Suatu hari di Musim Semi ketika bunga lagi indahnya bermekaran,
rumput-rumput nan hijau, dan semilir angin yang lembut membelai kulit.
Tibalah seorang pengembara dari Utara disebuah Negeri yang tersohor akan
kedigdayaannya dan juga keramahannya. Yaitu Kerajaan Matahari.
Kerajaan Matahari terkenal dengan bangunannya yang megah dan besar. Dan
juga perpustakaan dengan buku-buku yang lengkap, dari buku tentang
pengobatan, sihir sampai tips 30 cara PDKT yang baik dan benar.
Sang pengembara dibuat kagum dengan arsitektur bangunan yang unik, serta
pasar disekitar istana kerajaan yang menjual berbagai jenis barang yang
selalu ramai oleh pembeli baik rakyatnya sendiri ataupun dari negeri
tetangga.
Pemuda dari Utara ini memang bertujuan untuk menimba ilmu di negeri ini.
Bukan, bukan pengen tahu Tips 30 Hari PDKT. Tapi tentang ilmu
kenegaraan. Sebenarnya si Pengembara adalah seorang pangeran dari sebuah
negeri kecil di daerah Utara bernama Negeri Awan. Bernama Pangeran
Hujan. Krisis ekonomi global dan ketidak stabilan keuangan negara
menyebabkan negeri itu mengalami masa-masa sulit. Sang Raja yang
terbaring sakit menambah pundi-pundi kegalauan. Saat ini sang Paman yang
menjabat sebagai Raja sementara.
Atas kondisi tersebut, dengan inisiatif sendiri diiringi doa restu
ibunda tercinta, sang Pangeran Hujan pun pergi mengembara demi membantu
Negeri nya yang diambang kehancuran.
Di negeri yang asing itu, dia tinggal di perbatasan dekat hutan. Membuat
tenda sendiri. Pangeran Hujan dulunya memang anggota Pramuka yang
tersohor karena keterampilannya bikin kacu. Jadi dia sudah terbiasa
kemping di alam bebas. Selain itu tinggal didekat hutan memudahkan dia
untuk berburu hewan yang dimanfaatkan untuk makan ataupun dijual
dipasar. Untuk menambah pendapatan kadang ia berjualan bajigur di pasar.
Resep turun temurun kerajaan dan bahan-bahan yang bisa dibeli lengkap
di pasar membuat bajigur bikinan Pangeran Hujan terkenal dikalangan para
pekerja di Pabrik Kecap. Maklum dia berjualan ketika menjelang petang
tepat ketika para pekerja pulang melepas lelah.
Begitulah rutinitas hariannya, sebelum matahari terbit dia berburu
hewan, paginya dia berjualan, siang dia belajar di perpustakaan negara,
malamnya ia jualan bajigur.
Suatu hari di pagi hari yang cerah, ia terbangun oleh suara kaki kuda
yang berlari lincah disekitar tendanya. Oia, karena usaha bajigurnya
laku, si Pangeran Hujan udah ga berburu lagi untuk berjualan di pasar,
paling hanya untuk dirinya sendir menambah lauk pauk. Karena masakan
favoritnya adalah Bebek Goreng lengkap dengan sambel lalapan. Eh..emang
di hutan ada bebek ya. Ah peduli amat -_-
Suara kaki kuda yang ia dengar beriringan dengan suara "hyaaa" yang nyaring kaya suara Mulan Jameela.
Ia pun keluar dari tendanya untuk mencari tau siapa gerangan tersebut.
Dengan mata yang masih cileuhan. Pangeran Hujan melihat sosok berwujud
perempuan sedang menunggangi kuda. Tangannya merenggang kebelakang,
menarik busur panah yang siap untuk terbang. Matanya ditutup sebelah,
membidik target. Dan rambut hitamnya yang dikuncir terombang abing lucu,
mengikuti lompat kuda.
Wussshh..
Anak panah melesat cepat.
Dan..
Cleepp.
Tertancap disebuah pohon.
Di pohon tersebut sudah tertancap sekitar 7 anak panah
Rupanya dia sedang latihan memanah.
Ingin iseng si Pangeran Hujan pun membandring perempuan itu dengan ketapel yang bersenjatakan batu kecil.
Peletak!!
Tepat kena kepala.
Gubrak!
Si perempuan tikusruk jatuh dari kuda.
Aduh cilaka, berniat cuma buat ngagetin malah bikin jatuh anak orang.
Pangeran Hujan buru-buru menolong perempuan tersebut, ternyata dia ga
apa-apa.
Dan Pangeran Hujan pun langsung mengakui kesalahannya.
Si perempuan yang merasa di zolimi langsung memukul Pangeran Hujan.
Tidak disangka-sangka! Ternyata dia adalah pemegang sabuk hitam dan
juara karate sekabupaten!
Ya dadaslah si Pangeran Hujan yang cuma jago maen layangan.
Setelah itu mereka bermaaf-maafan dan berkenalan.
"Eh, kayanya aku kenal kamu deh" kata perempuan memulai obrolan.
"Elo anaknya Raja Awan kan?"
Pangeran Hujan kaget.
"Kok tau?? Pasti mau gombal"
-____________-"
"Aku pernah melihatmu diacara perkumpulan kerajaan beberapa taun silam,
kau salah seorang Pangeran dari negeri Selatan kan? Sedang apa di
sekitaran hutan disini?"
"Jadi.. Kau siapa?" Tanya Pangeran Hujan.
"Aku Putri Senja, dan namamu?"
"Pangeran Hujan"
Dan kemudian mereka berteman dekat. Ternyata putri yang terkenal anggun
itu memiliki sisi maskulin. Tidak terlihat di wajahnya yang manis. Hanya
saja otot bisepnya memang agak sterek. Hari berlalu, berbagai cerita
telah tertuang. Pangeran Hujan merasakan hal lain di hatinya. Seperti..
Ah sudahlah.
Dia tak berani memikirkannya lebih jauh. Bukan apa-apa Putri Senja sudah
mempunyai seorang kekasih. Dia adalah Pangeran Venus. Negeri besar
lainnya di daerah sebelah Barat. Ia baik, ramah, kaya, pekerja keras,
dan karismatik.
Pangeran Hujan merasa tidak ada harapan. Meskipun seorang pangeran.
Pangeran Hujan ini tampangnya biasa-biasa aja. Kucel, brewokan. Dan
urakan. Dia pun menyadari bahwa dirinya sudah terjebak dalam lingkaran
hitam FRENDZONE. Jeng jeng!
Disuatu sore dia berniat untuk mengungkapkan perasaannya. Karena
menurutnya hal paling bodoh adalah jatuh cinta tapi tak diungkapkan.
Di warung kopi Bu Minah yang gorengannya yahut. Merekapun berbicara 4 mata.
"Akhir-akhir ini aku bingung dengan perasaanku sendiri. Dan sepertinya aku menyukai seseorang."
"Oh ya? Terus dia siapa? Aku kenal"
"Kamu. Orang itu kamu. Selalu kamu. Aku sayang sama kamu."
Putri Senja kaget.
"Hah..aku? Kok bisa?"
"Ya ga tau, namanya juga perasaan. Masa aku mau paksain suka sama si
teteh tukang gehu di perempatan sana. Ya walaupun dia manis sih."
"Hmm.. Jujur, aku lebih senang berteman denganmu, lagian aku kan sudah memiliki Pangeran Venus."
"Ya, aku tahu, aku juga paham. Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang
mesti aku ungkapkan. Daripada, aku pendam sendiri, dan bermekar lebih
jauh lagi. Aku rasa kamu harus tau."
"Terima kasih atas perasaanmu terhapaku, tapi maaf. Itu. Bukan kamu yang ada dihati aku."
"Ya, aku mengerti."
"Kita masih berteman kan?"
"Hehe, tentu saja. Dasar kau alis tebal."
Merujuk kepada alis Putri Senja yang seperti ulet bulu.
"Dasar."
Mereka pun tertawa. Membiarkan getir itu berlalu dengan sendirinya terbawa arus waktu.
"Besok acara ulang tahunku, mau kah kau datang?"
"Sip. Aku akan potong kumis dan janggutku khusus untuk menghadiri acaramu."
"Ya, kamu kucel sekali. Pantes kamu ga punya pacar."
"Sialan -_- "
Keesokan harinya. Putri Senja menunggu Pangeran Hujan yang tak kunjung
datang. Hingga pesta berakhir batang hidungnya tak terlihat. Sang Putri
kecewa, karena sahabatnya tidak datang di acara istimewa baginya. Kecewa
karena temannya mencintainya.
Tiba-tiba seorang kurir datang membawa bingkisan beserta surat.
Teruntuk
Putri Senja.
Bersamaan dengan surat ini kamu baca. Aku sedang berada dalam perjalan
kembali ke Negeri ku nun jauh di Utara sana. Besertaa surat ini pula,
aku kirimkan bingkisan berupa bajigur hangat yang aku buat sebelum
keberangkatanku. Khusus untukmu. Maaf aku tak terpikirkan hal lain
selain bajigur. Aku ingat ketika pertama kali kau meminumnya. Kau
meniupnya pelan. Beberapa helai rambutmu menyentuh pipi. Basah. Ya kala
itu kita kehujanan ketika tengah latihan memanah bersama. Darisitulah
kau mulai menyukai bajigur buatanku.
Putri Senja,
Aku tak pernah menyesal karena mencintaimu. Dulu Seorang dalang di negeriku bilang.
"Bisa saja kau merencanakan untuk menikahi siapa. Tapi kau tidak bisa merencakan untuk mencintai siapa."
Ya, aku tak pernah berencana untuk mencintaimu. Seperti hujan kala itu, cinta tak butuh alasan untuk jatuh, kan?
Tapi aku adalah hujan, dan kelabuku hanya akan menutupmu, sebab kau senja yang indah.
Sebagai teman aku meminta maaf karena membuatmu kecewa. Toh itu semua
sudah berlalu. Dan keping hatiku bukan disana. Bukan di kamu.
Kelak ketika perkumpulan raja-raja kembali digelar. Mungkin kita akan mewakili negeri kita masing-masing.
Sampai jumpa lagi di pagi lain waktu.
Salam hangat terbajigur untuk seluruh rakyat negeri matahari.
Selamat Ulang Taun Putri Senja.
Dari temanmu
Yang ganteng mandraguna.
Pangeran Hujan.
Cerpen yang ku buat beberapa tahun lalu demi memperingati hari friendzone sedunia :))))
cerita. angan. kehidupan. semua melebur menjadi satu ketika tangan ini mulai menulis.
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Selasa, 02 September 2014
Pangeran Hujan
Kamis, 12 September 2013
Kamu Tau?
Aku masih ingat senyummu kala itu.
Ketika aku bertanya, apa definisi cantik menurutmu.
Ketika aku bertanya, apa definisi cantik menurutmu.
Lalu kau pun menjawab.
Bla bla bla bla. . .
Ku tatap matamu tanpa kuperhatikan betul sewaktu kamu
menjelaskan panjang lebar definisi cantik secara diplomatis ala-ala miss
universe.
Kamu cerewet.
Setelahnya, aku sodorkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, lalu
menyuruhmu mencari kata “cantik”. Kamu tampak begitu serius, dan tak lama kamu
tersenyum. Tersenyum ketika menemukan kata “kamu” yang ditulis tangan
menggunakan pulpen disitu. Diujung definisi kata cantik d KBBI.
“Gombal bangettt, anjir!” katamu, padahal seneng tuh.
Besoknya aku di omelin teteh teteh perpus karena corat coret
buku sembarang, entahlah dia tau darimana, untungnya cantik walaupun agak judes
memang, jadinya dimaklum. Kan yang cantik mah bebas mau ngapain juga
lah.Takdirnya enak ya hehehe.
Kamu yang aku ceritakan setelahnya pun tertawa puas. Kamu
minta aku sleding ya?
Gombalan kemaren lalu, akhirnya harus aku bayar puluhan ribu
untuk membeli KBBI baru di toko buku samping departement store yang terkenal
itu. Padahal cuma nyoret dikit. Lebay banget lah si teteh judes itu.
Ya walaupun buku yang lama boleh aku bawa
pulang sih. Mungkin itu salah satu strategi konspirasi teteh teteh perpus biar
dapet buku baru.
Sambil tersenyum kamu bilang.
“Buku yang kamu coret coret buat aku aja ya, aku bayar pake
pecel ayam deh. Gimana? Deal? :)”
Dengan sok cool aku balik bertanya.
“Minumnya ngga sekalian nih?”
Dan aku pingsan di getok buku KBBI berat 3 kg.
Tapi tetep ganteng.
Kamu tau?
Dari seribu gurat senyuman yang ku lihat di titik terendah pagi.
Cuma lengkung senyummu yang terukir jelas sebelum pulas.
Akupun tiba-tiba laper.
Label:
cerita
Rabu, 22 Mei 2013
Taking Back Sunday
Beberapa taun lalu sewaktu gue SMA, untuk pertama kali gue mendengarkan New American Classic dari Taking Back Sunday. Salah satu lagu di album mereka yang kedua When You Want To Be di tahun 2004. Yang ngenalin pertama kali lagu ini adalah sepupu gue. Ketika itu entah sedang galau atau apapun. Dengan raut muka sendu sepupu gue bilang "Lagu ini cocok banget di dengerin pas lagi putus."
Ga lama dia langsung memetik gitarnya dan bernyanyi dengan tatapan kosong kedepan. Gue merhatin bingung.
Awal denger band ini gue sempet ketuker-tuker mana yang judul lagu mana yang nama band. Gue pikir New American Classic itu nama bandnya merujuk kepada band asal Amerika lainnya The All American Reject hahaha. Taunya itu judul lagu. Berhubung lagu ini bernuansa ballad melow melow gitu, Taking Back Sunday justru menurut gue lebih cocok jadi judul lagunya :p
Gue lebih tertarik sama nama band ini. Selain unik, menurut gue keren aja, ada "jiwa" anak kantoran di makna nama itu. Taking Back Sunday yang gue artiin secara kasar "Merebut kembali hari mingguku" :p
Gebleknya gue malah pengen bikin lagu dengan judul itu.
Bercerita tentang seorang anak kantoran yang hari-harinya dilalui dengan kepenatan kantor belum lagi jadwal lembur yang padat, tekanan dari atasan dan deadline yang kian mendekat. Dalam kepulangannya dia berucap lirih "Can i taking back sunday? A day that I can't take". Kelam. Galau. Ingin melepas tapi masih butuh. Butuh duit gaji maksudnya hahahaha. Gue yakin lagu ini bakalan jadi hits para pekerja kantoran yang selalu dikejar-kejar deadline, apalagi yang bosnya galak :p
Oia.. Lagu ini juga yang gue pake buat jadi backsound baca puisi. Akhir-akhir ini gue jadi suka baca puisi, ga tau kenapa, padahal jaman Rangga Rangga-an ala AADC udah lama lewat :p
Ya gimana ya, pas film itu keluar gue masih SD ga ngerti apa-apa :|
Waktu itu gue nyari-nyari lagu yang pas sama isi puisinya yang bertemakan putus cinta, tiba-tiba gue inget sang sepupu dan mulailah buka-buka folder lagu di laptop gue dan ketemulah lagu ini :D
Judul puisi yang gue baca "Semoga Tidak Kamu Lagi" bikinan Bang Jep.
Awal tau puisi ini dari liat-liat soundcloud-nya temen. Pas dengerin. Desss.. Dalem juga. Kalimat terakhirnya maut. Jadinya gue ikutan baca ini puisi. Dan ikut-ikutan juga ngupload di soundcloud :p
Sebenernya gue lagi ga galau-galau amat, malah lagi dibikin gregetan sama seseorang.
Cuman akhir-akhir ini temen banyak yang curhat masalah sama pasangannya. Mengirimkan partikel energi negatif secara ga langsung. Gue malah jadi ikut-ikut galau -_-
Ah lain kali kalau ada yang curhat gue tolak deh hahaha
Kurang lebih lirik lagu New American Classic itu gini:
You've got to get better,
Said, it's all in your head,
We could live through these letters
Or forget it altogether,
See the months they don't matter
Its the days I can't take
When the hours move to minutes
And I'm seconds away,
Just ask the question come untie the knot
Say you won't care,
Say you won't care,
Retrace the steps, as if we forgot,
Say you won't care,
Say you won't care,
You try to avoid it, but there's not a doubt
And there's one thing I can do nothing about
When all that we need is just a reaction,
Its too much to ask for when there's no attraction anymore,
Chasing our dreams is just a distraction
I want to remember what I know
That I can't go back
Jadi yang gue tangkep dari lagu ini itu.
Sepasang kekasih yang hubungannya berada di ujung tanduk.
Salah satu pihak (dalam hal ini si laki-laki mungkin) minta kejelasan akan hubungannya.
Kaya semacam ada pertanyaan yang mengiang ngiang "Haruskah kita mengakhiri hubungan ini?"
Ditengah ketidak berdayaannya dia harus memilih bertahan atau melepas.
"Say you won't care" disitu kaya semacam.
"Coba tatap mata aku, dan bilang kamu udah bener-bener ga peduli lagi sama aku"
Kek adegan-adegan FTV hahaha.
Gitu kali :p
Gue ga pinter menginterpretasikan sebuah lagu, apalagi yang liriknya bahasa Inggris hahaha. Ini lagi iseng aja pengen nulis, karena keadaan di kantor lagi membosankan, gue jadi teringat "Taking Back Sunday"
Balik ke minggu, Peheliss...! :p
Jadi, bidadari mana yang mau gue culik nemenin nonton Fast Furious 6 nih?
#colongan #siapatauadayangnanggepin :p
Ga lama dia langsung memetik gitarnya dan bernyanyi dengan tatapan kosong kedepan. Gue merhatin bingung.
Awal denger band ini gue sempet ketuker-tuker mana yang judul lagu mana yang nama band. Gue pikir New American Classic itu nama bandnya merujuk kepada band asal Amerika lainnya The All American Reject hahaha. Taunya itu judul lagu. Berhubung lagu ini bernuansa ballad melow melow gitu, Taking Back Sunday justru menurut gue lebih cocok jadi judul lagunya :p
Gue lebih tertarik sama nama band ini. Selain unik, menurut gue keren aja, ada "jiwa" anak kantoran di makna nama itu. Taking Back Sunday yang gue artiin secara kasar "Merebut kembali hari mingguku" :p
Gebleknya gue malah pengen bikin lagu dengan judul itu.
Bercerita tentang seorang anak kantoran yang hari-harinya dilalui dengan kepenatan kantor belum lagi jadwal lembur yang padat, tekanan dari atasan dan deadline yang kian mendekat. Dalam kepulangannya dia berucap lirih "Can i taking back sunday? A day that I can't take". Kelam. Galau. Ingin melepas tapi masih butuh. Butuh duit gaji maksudnya hahahaha. Gue yakin lagu ini bakalan jadi hits para pekerja kantoran yang selalu dikejar-kejar deadline, apalagi yang bosnya galak :p
Oia.. Lagu ini juga yang gue pake buat jadi backsound baca puisi. Akhir-akhir ini gue jadi suka baca puisi, ga tau kenapa, padahal jaman Rangga Rangga-an ala AADC udah lama lewat :p
Ya gimana ya, pas film itu keluar gue masih SD ga ngerti apa-apa :|
Waktu itu gue nyari-nyari lagu yang pas sama isi puisinya yang bertemakan putus cinta, tiba-tiba gue inget sang sepupu dan mulailah buka-buka folder lagu di laptop gue dan ketemulah lagu ini :D
Judul puisi yang gue baca "Semoga Tidak Kamu Lagi" bikinan Bang Jep.
Awal tau puisi ini dari liat-liat soundcloud-nya temen. Pas dengerin. Desss.. Dalem juga. Kalimat terakhirnya maut. Jadinya gue ikutan baca ini puisi. Dan ikut-ikutan juga ngupload di soundcloud :p
Sebenernya gue lagi ga galau-galau amat, malah lagi dibikin gregetan sama seseorang.
Cuman akhir-akhir ini temen banyak yang curhat masalah sama pasangannya. Mengirimkan partikel energi negatif secara ga langsung. Gue malah jadi ikut-ikut galau -_-
Ah lain kali kalau ada yang curhat gue tolak deh hahaha
Kurang lebih lirik lagu New American Classic itu gini:
You've got to get better,
Said, it's all in your head,
We could live through these letters
Or forget it altogether,
See the months they don't matter
Its the days I can't take
When the hours move to minutes
And I'm seconds away,
Just ask the question come untie the knot
Say you won't care,
Say you won't care,
Retrace the steps, as if we forgot,
Say you won't care,
Say you won't care,
You try to avoid it, but there's not a doubt
And there's one thing I can do nothing about
When all that we need is just a reaction,
Its too much to ask for when there's no attraction anymore,
Chasing our dreams is just a distraction
I want to remember what I know
That I can't go back
Jadi yang gue tangkep dari lagu ini itu.
Sepasang kekasih yang hubungannya berada di ujung tanduk.
Salah satu pihak (dalam hal ini si laki-laki mungkin) minta kejelasan akan hubungannya.
Kaya semacam ada pertanyaan yang mengiang ngiang "Haruskah kita mengakhiri hubungan ini?"
Ditengah ketidak berdayaannya dia harus memilih bertahan atau melepas.
"Say you won't care" disitu kaya semacam.
"Coba tatap mata aku, dan bilang kamu udah bener-bener ga peduli lagi sama aku"
Kek adegan-adegan FTV hahaha.
Gitu kali :p
Gue ga pinter menginterpretasikan sebuah lagu, apalagi yang liriknya bahasa Inggris hahaha. Ini lagi iseng aja pengen nulis, karena keadaan di kantor lagi membosankan, gue jadi teringat "Taking Back Sunday"
Balik ke minggu, Peheliss...! :p
Jadi, bidadari mana yang mau gue culik nemenin nonton Fast Furious 6 nih?
#colongan #siapatauadayangnanggepin :p
Label:
cerita,
curhat,
lirik lagu,
New American Classic,
Taking Back Sunday
Senin, 13 Mei 2013
Suramadu Mal
Suramadu Mal dalam judul diatas bukan mal yang ada di Suramadu. Setau
gue disekitar situ kaga ada mal, kebanyakan lahan perkebunan dan
rumput-rumput liar. Suramadu Mal maksudnya adalah tentang perjalanan gue
di Surabaya ke Madura dan juga Malang :D
Minggu-minggu akhir kuliah, ketika skripsi tinggal di finishing dan persiapan sidang. Gue, Wawan dan Ucup. Teman seperjuangan di kampus merencanakan buat ngadain trip sekedar untuk perayaan lulus dan refreshing dari rutinitas kerja.
Kebetulan gue punya temen di Surabaya. Temen waktu kuliah D3 di PNJ dan sekarang lagi ikut program Lintas Jalur S1 di ITS.
Jadi kami memutuskan untuk kesana untuk silaturahmi dan mempecundangi perihal maen PES :D
Sekaligus minta dianter keliling2 daerah sekitar situ.
Ga pikir lama kita langsung beli tiket pp Jakarta-Surabaya untuk bulan Mei. Kereta Ekonomi AC Kertajaya, kurang lebih waktu perjalanan sekitar 14 jam.
Sejujurnya ini pengalaman pertama gue naek kereta paling jauh :D
Setelah ngajak temen-temen sana sini. Terkumpul 4 orang. Gue, wawan, ucup, dan huda. Tapi karena keperluan kantor Huda akhirnya ga bisa ikut. Jadilah hanya kami bertiga yang berangkat.
Kamis siang kami berkumpul dikosan gue. Berhubung jarak kosan masih termasuk deket dari stasiun Pasar Senen, kami naek bajaj dengan biaya Rp. 20.000
Biar ga ribet.
Sistem baru di PT. KA yang mengharuskan penumpang menunjukan tiket yang mesti sesuai dengan KTP gue rasa cukup ok buat ngilangin praktek percaloan. Gue jg ga tau pasti sih. Tapi dengan adanya agen travel apalagi bisa beli online. Harusnya penumpang lebih leluasa beli tiket ga perlu ngantri.
Harga tiket Jkt-Sby = 130.000 (agen)
Harga tiket Sby-Jkt = 120.000 (ngantri biasa)
Yang ngebedain beli tiket biasa sama di agen itu, kalau di agen kita bisa pilih kursi kaya di bioskop2 hehe. Kalau belinya ngantri biasa di loket kursinya dipilihin mba-mba petugas. Gue juga baru tau :p
Kamis siang selepas Solat Dzuhur kami pun bersiap berangkat. Sampai di stasiun kira-kira jam satuan. Kereta dijadwalkan berangkat jam 2. Ya udah deh foto-foto dulu. Kebetulan ngetes Jelly Lens efek fish eye yang baru gue beli :D
Kereta pun tiba. Lalu kami langsung masuk gerbong. Udah desek2an taunya salah gerbong hahaha. Sampai di omelin ibu-ibu cerewet. Taunya si ibu juga salah gerbong. Kualat -_-
Sebelum berangkat gue di wanti-wanti akan kenikmatan kursi 90 derajat. Hahaha. Taunya kursi kelas ekonomi bentuknya bener-bener 90 derajat. Mana kaga empuk lagi.
Berhubung ini perjalanan jauh pertama naek kereta, gue sering merhatiin sekeliling. Ada hal-hal menarik yang gue tangkep. Salah satunya tentang "smoking area".
Berhubung kelas ekonomi semuanya sekarang udah ber-AC jadilah tidak adanya kebebasan buat para perokok. Berhubung gue masih newbie gue perhatiin aja senior2 yg punya tampang "keretasmoker-man". Dan mereka ngumpul disekitar sambungan antar gerbong buat ngisep2 rokok. Semacam tempat ritual khusus buat para perokok. Ya walaupun katanya kadang suka diomelin petugas keamanan kalau kebeneran lagi inspeksi ke tiap gerbong.
Di sekitaran Semarang saat itu hari udah malem. Gue pun beli nasi rames yang dijual ibu-ibu yang sedari tadi keliling menjajakan dagangannya, karena gue tergiur dengan bau-bauan dari bapak tetangga sebelah. Eh taunya emang enak! :D atau efek laper aja kali ya. Tapi sambelnya emang ok sih. Ditutup dengan kopi nescafe sebelum lanjut tidur.
Singkat cerita gue udah sampe di Surabaya. Kamipun dijemput dengan motor menuju kosan di samping ITS di daerah Sukolilo. Waktu menunjukan pukul 4 dini hari. Dijalan kita berenti dulu di depan balai kota Surabaya. Foto-foto dulu dikit buat kenang-kenangan hahaha :D
Tiba di kosan, kita malah maen PES :D Setelah beberapa partai, ga terasa matahari udah nongol aja. Habis mandi gue pun langsung bersiap landing dikasur dan tidur.
Disana gue tidur dikamar Vicky. Ucup bareng Ricat. Wawan di kamar Dimas.
Aby dikamar Aby sendiri. Entah Aby ini orangnya unik atau anti-mainstream yang jelas semenjak dia tinggal di Surabaya kamarnya ga pake kipas X)))
Di tengah nikmatnya tidur, gue mesti bangun karena hari itu adalah hari Jumat, kita pun bersiap berangkat jumatan di mesjid sekitar.
Selesai Jumatan, gue diajak nyebrang ke Madura. Kata Vicky disana ada bebek yang ga boleh dilewatin ketika berkunjung kesana. Namanya Bebek Sinjay.
Ngajak beberapa temen yang lain terkumpullah 5 motor. Gue, Piki, Ricat, Ucup, Wawan, Dimas, Aby, Dinar, Angger, dan Patrick.
Sayang sesampainya disana ternyata warungnya tutup. Belum jodoh berarti. Kaya aku sama dia eaaa X))
Jadilah kami makan di warung bebek yang lain. Gue pesen Bebek Kukus yang ada tulisan "Best Seller"-nya.
Dalam perjalanan pulang, karena semotor, gue dan piki ngebahas destinasi apa aja yang bakal kita kunjungin selama gue disana. Dan kita mutusin malem nanti kita naek ke Bromo. Kalau berangkat tengah malem dari Surabaya diperkirakan sampai di Bromo jam 4an. Pas buat liat Sun Rise.
Berhubung kita punya kendala di jumlah motor (beberapa motor ga bisa di pake kesana). Jadi kita nyari-nyari tempat rental motor.
Ada sih tempat penyewaan motor di dekat kosan, cuman mereka ga sewain buat keluar kota. Mungkin karena resikonya tinggi. Cari-cari di twitter. Dan akhirnya kita pun nyerah dan mutusin buat berangkat besok pagi. Gue harus merelakan ga liat sun rise di Bromo (lagi). Walaupun 3 taunan lalu gue udah kesana. Tapi gue ga dapet sun rise nya, ketika itu cuacanya lagi berkabut. Sayang banget :'|
Jadilah malem itu kita wisata malem di Surabaya. Menurut lu, mana lagi tempat wisata malem di Surabaya yang ok, selain "itu"? :p
(simpulkan sendiri)
Besoknya. Gue ajak Fendi. Junior semasa di PNJ yang juga ikut Lintas Jalur di ITS. Katanya selama ga ke Bromo, dia siap. Ok deh berangkat :D
Perjalan Surabaya - Malang memakan waktu sekitar 3 jam. Kami rombongan 4 motor. Gue sama Piki. Wawan-Dimas. Ucup-Aby. Fendi-Ricat. Karena Piki udah lumayan sering ke Malang jadi gue sama Piki paling depan. Setelah persiapan isi bensin dan isi angin selesai. Kita memulai perjalanan. Bismillah.
Piki ini orangnya rada bawel. Dijalan cerita mulu. Tapi lumayanlah jadi berasa punya Tour Guide pribadi :p
Setelah kurang lebih satu jam perjalanan, kita sampai di Porong, Siduarjo. Di sebelah kiri gue terbentang tanggul lumpur lapindo. Kawasannya gersang. Dan tercium bau-bau lumpur. Agak sedikit miris sih. Melihat warga setempat malah ngejadiin lumpur lapindo sebagai tempat wisata, dengan biaya masuk Rp. 5000
Ya gimana lagi, mungkin itu lebih baik dibanding nunggu ketidak jelasan status ganti rugi dari pihak terkait yang dengan "pede"-nya mau nyalonin jadi Presiden.
Pathetic.
Si Piki cerita kalau daerah Porong itu tempat macet. Dikarenakan jalur jalan yang bentuknya kaya "botol". Menyempit di depan. Selain itu jalanan ini juga di dominasi sama truk-truk besar.
Sehari sebelumnya. Dalam perjalanan menuju Madura. Kita secara tragis ngeliat orang kelindes truk. Gue ngeliat jelas banget.
Yang gue liat mas-mas yang kelindes itu adalah tukang skotlet motor. Saat itu dia lagi ngelayanin salah satu pelanggannya. Ga tau ngantuk, mabok atau gimana. Tiba-tiba truk yang ada di depan gue banting stir ke kiri. Dan ngelindes bagian paha mas-mas tadi. Gue berenti disamping percis korban. Dipanggil-panggil sama kawannya. Ga gerak. Boro-boro nolongin, badan merinding. Untungnya ada avanza berenti dan mba-mba turun menawarkan pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit. Setelah sadar dari bengong gue nyuruh Piki yang saat itu boncengin gue untuk buru-buru jalan. Kita pun termenung.
Setelah kejadian itu selama perjalanan ke Malang kitapun jiper kalau saingan jalan sama truk. Mending ngalah deh, daripada kenapa-kenapa :)
Udara sejuk sudah mulai berasa di kulit menandakan sedikit lagi kita sampai di Malang. Setelah hampir 3 jam perjalanan kita berenti di pom deket perbatasan kota Malang. Untuk istirahat, solat, dan isi bensin.
Dari beberapa cerita teman dan hasil browsing di internet. Ada beberapa tempat yang ga boleh di lewatin ketika berkunjung ke Malang. Salah duanya Es Krim OEN dan juga BNS (Batu Night Spectacular) di Kota Wisata Batu.
Mbah google emang teman paling ok buat traveler dari si mbah kita tau kalau Es Krim OEN bertempat di samping McD dekat alun-alun kota Malang.
Zaman sekarang GPS bisa dengan mudah kita akses melalui smartphone. Asal ada sinyal, tinggal ketik nama tempat yang di tuju. Dan beres! Keterlaluan aja kalau udah liat GPS dan nyasar mah :p
Sampai di alun-alun Malang kita mutusin buat berenti. Makan bakso sama Es kelapa. Sayangnya ga sementereng nama besar Malang yang terkenal dengan kenikmatan baksonya. Yang ini "cuma" khas kaki lima.
BNS itu bukanya cuma malam hari. Jadi untuk ngisi jeda di sore. Aby ngusulin mampir ke Curug Cobanrondo.
Gue ga ngerti kita kena kutukan apa. Tapi rasa-rasanya dari zaman kuliah dulu hobi banget wisata curug. Ada sekitar 5 curug yang pernah kita datengin, sama ini jadi 6 -_-
Berhubung Aby sendiri ga tau jalan kesana.
Gue nyuruh Fendi buat ngehubungin Erik.
Erik ini junior gue juga di PNJ, temennya Fendi. Kebetulan dia juga lagi kuliah Lintas Jalur S1 di Universitas Brawijaya Malang. Kita minta tolong dia buat nemenin keliling Malang :)
Selepas kerja kelompoknya selesai. Erik pun nyusulin kita di alun-alun. Dan kita langsung menuju Es Krim OEN.
Dari luar tempatnya kaya yang sepi. Pas masuk ke dalem, taunya penuh. Jadilah kita nongkrong diluar.
Yang unik dari tempat ini, bangunannya masih pertahanin bentuk lama. Didirikan taun 1930 tempat ini kental dengan nuansa Belanda. Di dalem juga gue liat beberapa bule sekeluarga, dan beberapa bapak-bapak keturunan China dengan gaya classy khas orang tajir.
Gue mesen "Banana Split" dengan harga Rp. 35000 (belum ppn). Yang
katanya menurut beberapa forum traveler rasanya ciamik. Sebenernya es
krim disini terbilang mahal, jika dibanding es krim prodakan macem
Walls. Ya ngga heran sih. Selain katanya mereka membuat es krim dari
susu murni asli. Menurut salah satu buku management yang gue baca. Nilai
"sejarah" juga bisa naekin value sebuah produk.
Atau mungkin harga mereka melonjak naik setelah Pak Bondan berkunjung kesana dan dengan khasnya bilang "Maknyoss" disebuah acara di televisi X)))
Ada yang kurang dari tempat itu, pelayanannya. Ya setidaknya belajar senyum kek ke konsumen.
Setelah kenyang makan es krim. Kita pun bersiap menuju Curug Cobanrondo.
Curugnya ada di daerah Batu ke arah Kediri. Jadi tempatnya lumayan jauh
kalau ditempuh dari kota Malang kurang lebih sejam. Perjalanan kesana
diwarnai hujan-hujan kecil yang membuat kami sempat berhenti beberapa
kali untuk neduh.
Sampai di lokasi, suasananya sejuk, kaya di puncak bogor. Adem. Beda aja sama Surabaya. Walaupun sama-sama panas kaya di Jakarta, ga tau kenapa Surabaya itu hawa panasnya aneh, bikin kringetan mulu sama muka berminyak. Kebayang tinggal disana lama jerawat gue nambah berapa -_-
Di curug tadinya mau maen aer. Sama nyobain body rafting. Tapi entah kenapa tempat buat body rafting nya tutup. Lagian dingin sih. Males juga -_-
Waktu udah semakin sore setelah ngambil beberapa foto kita langsung menuju tempat selanjutnya. BNS :)
Jarak dari Curug Cobanrondo ke BNS cukup deket. Karena BNS bukanya malem kita mutusin ke alun-alun Batu untuk makan sama solat maghrib disana. Sebagaimana kota-kota lain, setiap alun-alun pasti deket mesjid :D
Uniknya alun-alun Batu itu ada kincir-kincir khas pasar malem. Sama beberapa bangunan seperti lampion berbentuk labu berukuran besar warna hijau nyala lampu.
Hari udah gelap. Kami melanjutkan perjalanan ke BNS. Sesuai informasi yang gue dapet. BNS itu sejenis pasar malem versi kerenan. Tempatnya ga terlalu besar. Ada wahana-wahananya, ya percis pasar malem deh. Biaya masuknya Rp. 20000 per orang belum termasuk naek wahana. Itu bayar lagi.
Setelah keliling-keliling, gue menyadari kalau BNS itu lebih cocok buat dateng bareng pacar X)))
Menurut temen gue yang udah pernah kesana, khas nya BNS itu di wisata lampion (bayar lagi). Katanya tempatnya romantis. Tapi gue ga kesana. Selain karena infonya telat gue dapet. Ya masa ditempat romantis mau "pedang-pedangan" X)))
Sebelum malem kian larut, kita memutuskan untuk pulang. Waktu menujukan pukul 9 malam. Dengan estimasi waktu sampai di Surabaya sekitar jam 12 malem.
Erik nganterin kita, sampai dipertigaan besar. Yang katanya kalau ke Surabaya tinggal lurus terus :))
Setelah istirahat Isya, dijalan kita terjebak hujan. Beruntung ada alfamart. Jadi kita berhenti dulu. Ngopi dan ngekratindeng biar dijalan ga ngantuk.
Hujan reda. Kita berangkat. Hujan lagi. Neduh. Reda. Berangkat. Hujan lagi. Gitu-gitu aja terus.
Sudah tengah malam. Kita masih belum jauh dari Malang.
Motor melaju dengan kecepatan standar. Tiba-tiba hujan deres. Praktis kita buru cari tempat neduh. Nemu semancam gubuk buat numpuk-numpuk genteng kita pun meneju tempat itu.
Tempatnya gelap banget. Wawan dan Ricat yang tiba lebih dulu. Sempet ngasi tau, bahwa disitu ada lubang yang cukup gede. Ucup terlihat buru-buru merangsek pengen neduh. Seakan mengetahui jalur laju ucup menuju lubang. Gue pun teriak.
"Awas cup, lubang!"
Lalu seperti Houdini yang menyihir mata penikmat sulap-sulapnya. Ucup tiba-tiba ilang!
Anjritt, ucup nyemplung ke ke got!
Gue dan temen-temen panik. Gue ga nyangka got nya sedalem itu. Mungkin hampir 2 m! Dan lebih ga nyangka lagi ucup langsung meluncur ke dalem kaya peserta-peserta Benteng Takeshi yang salah pilih lubang. Padahal lubangnya mungkin cuma 60x60 cm, dan ucup bawa kardus isi oleh-oleh!
"Cup, cup, kaga apa-apa lu?!" Teriak gue panik.
"Kaga, gue kaga apa-apa." Jawab Ucup santai, tapi terlihat kekagetan dinada suaranya.
Buru-buru deh nyalain hape senter biar terang. Sendal ucup ilang, mungkin hanyut karena gotnya cukup deres soalnya hujan.
Setelah nyerah nyari sendal di bawah Ucup pun di angkat ke atas.
Walaupun miris, tapi kalau di inget-inget ini absurd banget X))
Ucup jatoh kelubang kaya orang yang tiba-tiba ditarik di film-film zombie.
Wushh!
Dan ilang.
Gue tau banget si Piki sama Wawan ketawa di pojokan nahan ketawa. Si Ricat juga. Emang kampret semuanya, gue juga ikutan ngakak X))
Ada aja hiburan tengah malem dengan sendal ucup yang jadi korbannya.
Setelah tragedi tersebut kita melanjutkan perjalanan pulang. Menerobos hujan. Dan tiba dengan selamat di kosan pada pukul 3 dini hari :)
Tiwassss..
Esoknya gue kembali ke Jakarta. Dengan Kertajaya jadwal keberangkatan jam 3 sore.
Begitulah :))
Spontanitas bikin traveling kali ini sedikit berantakan. Namun spontanitas juga bikin kita belajar untuk memutuskan sesuatu secara cepat dan belajar untuk tidak menyesali setiap keputusan.
Dan percayalah dalam setiap kesulitan pasti ada suatu hal yang bisa bikin kita cengar-cengir meski hal itu tak terlihat layaknya "lubang di kala hujan di kegelapan malam" xixixixi :p
for bonus:
:ngakak
Minggu-minggu akhir kuliah, ketika skripsi tinggal di finishing dan persiapan sidang. Gue, Wawan dan Ucup. Teman seperjuangan di kampus merencanakan buat ngadain trip sekedar untuk perayaan lulus dan refreshing dari rutinitas kerja.
Kebetulan gue punya temen di Surabaya. Temen waktu kuliah D3 di PNJ dan sekarang lagi ikut program Lintas Jalur S1 di ITS.
Jadi kami memutuskan untuk kesana untuk silaturahmi dan mempecundangi perihal maen PES :D
Sekaligus minta dianter keliling2 daerah sekitar situ.
Ga pikir lama kita langsung beli tiket pp Jakarta-Surabaya untuk bulan Mei. Kereta Ekonomi AC Kertajaya, kurang lebih waktu perjalanan sekitar 14 jam.
Sejujurnya ini pengalaman pertama gue naek kereta paling jauh :D
Setelah ngajak temen-temen sana sini. Terkumpul 4 orang. Gue, wawan, ucup, dan huda. Tapi karena keperluan kantor Huda akhirnya ga bisa ikut. Jadilah hanya kami bertiga yang berangkat.
Kamis siang kami berkumpul dikosan gue. Berhubung jarak kosan masih termasuk deket dari stasiun Pasar Senen, kami naek bajaj dengan biaya Rp. 20.000
Biar ga ribet.
Sistem baru di PT. KA yang mengharuskan penumpang menunjukan tiket yang mesti sesuai dengan KTP gue rasa cukup ok buat ngilangin praktek percaloan. Gue jg ga tau pasti sih. Tapi dengan adanya agen travel apalagi bisa beli online. Harusnya penumpang lebih leluasa beli tiket ga perlu ngantri.
Harga tiket Jkt-Sby = 130.000 (agen)
Harga tiket Sby-Jkt = 120.000 (ngantri biasa)
Yang ngebedain beli tiket biasa sama di agen itu, kalau di agen kita bisa pilih kursi kaya di bioskop2 hehe. Kalau belinya ngantri biasa di loket kursinya dipilihin mba-mba petugas. Gue juga baru tau :p
Kamis siang selepas Solat Dzuhur kami pun bersiap berangkat. Sampai di stasiun kira-kira jam satuan. Kereta dijadwalkan berangkat jam 2. Ya udah deh foto-foto dulu. Kebetulan ngetes Jelly Lens efek fish eye yang baru gue beli :D
salah satu sudut di Stasiun Pasar Senen
Kereta pun tiba. Lalu kami langsung masuk gerbong. Udah desek2an taunya salah gerbong hahaha. Sampai di omelin ibu-ibu cerewet. Taunya si ibu juga salah gerbong. Kualat -_-
Sebelum berangkat gue di wanti-wanti akan kenikmatan kursi 90 derajat. Hahaha. Taunya kursi kelas ekonomi bentuknya bener-bener 90 derajat. Mana kaga empuk lagi.
Berhubung ini perjalanan jauh pertama naek kereta, gue sering merhatiin sekeliling. Ada hal-hal menarik yang gue tangkep. Salah satunya tentang "smoking area".
Berhubung kelas ekonomi semuanya sekarang udah ber-AC jadilah tidak adanya kebebasan buat para perokok. Berhubung gue masih newbie gue perhatiin aja senior2 yg punya tampang "keretasmoker-man". Dan mereka ngumpul disekitar sambungan antar gerbong buat ngisep2 rokok. Semacam tempat ritual khusus buat para perokok. Ya walaupun katanya kadang suka diomelin petugas keamanan kalau kebeneran lagi inspeksi ke tiap gerbong.
Di sekitaran Semarang saat itu hari udah malem. Gue pun beli nasi rames yang dijual ibu-ibu yang sedari tadi keliling menjajakan dagangannya, karena gue tergiur dengan bau-bauan dari bapak tetangga sebelah. Eh taunya emang enak! :D atau efek laper aja kali ya. Tapi sambelnya emang ok sih. Ditutup dengan kopi nescafe sebelum lanjut tidur.
Singkat cerita gue udah sampe di Surabaya. Kamipun dijemput dengan motor menuju kosan di samping ITS di daerah Sukolilo. Waktu menunjukan pukul 4 dini hari. Dijalan kita berenti dulu di depan balai kota Surabaya. Foto-foto dulu dikit buat kenang-kenangan hahaha :D
di depan Balai Kota Surabaya
Tiba di kosan, kita malah maen PES :D Setelah beberapa partai, ga terasa matahari udah nongol aja. Habis mandi gue pun langsung bersiap landing dikasur dan tidur.
Disana gue tidur dikamar Vicky. Ucup bareng Ricat. Wawan di kamar Dimas.
Aby dikamar Aby sendiri. Entah Aby ini orangnya unik atau anti-mainstream yang jelas semenjak dia tinggal di Surabaya kamarnya ga pake kipas X)))
Di tengah nikmatnya tidur, gue mesti bangun karena hari itu adalah hari Jumat, kita pun bersiap berangkat jumatan di mesjid sekitar.
Selesai Jumatan, gue diajak nyebrang ke Madura. Kata Vicky disana ada bebek yang ga boleh dilewatin ketika berkunjung kesana. Namanya Bebek Sinjay.
Ngajak beberapa temen yang lain terkumpullah 5 motor. Gue, Piki, Ricat, Ucup, Wawan, Dimas, Aby, Dinar, Angger, dan Patrick.
Sayang sesampainya disana ternyata warungnya tutup. Belum jodoh berarti. Kaya aku sama dia eaaa X))
Jadilah kami makan di warung bebek yang lain. Gue pesen Bebek Kukus yang ada tulisan "Best Seller"-nya.
Dalam perjalanan pulang, karena semotor, gue dan piki ngebahas destinasi apa aja yang bakal kita kunjungin selama gue disana. Dan kita mutusin malem nanti kita naek ke Bromo. Kalau berangkat tengah malem dari Surabaya diperkirakan sampai di Bromo jam 4an. Pas buat liat Sun Rise.
Berhubung kita punya kendala di jumlah motor (beberapa motor ga bisa di pake kesana). Jadi kita nyari-nyari tempat rental motor.
Ada sih tempat penyewaan motor di dekat kosan, cuman mereka ga sewain buat keluar kota. Mungkin karena resikonya tinggi. Cari-cari di twitter. Dan akhirnya kita pun nyerah dan mutusin buat berangkat besok pagi. Gue harus merelakan ga liat sun rise di Bromo (lagi). Walaupun 3 taunan lalu gue udah kesana. Tapi gue ga dapet sun rise nya, ketika itu cuacanya lagi berkabut. Sayang banget :'|
Jadilah malem itu kita wisata malem di Surabaya. Menurut lu, mana lagi tempat wisata malem di Surabaya yang ok, selain "itu"? :p
(simpulkan sendiri)
Besoknya. Gue ajak Fendi. Junior semasa di PNJ yang juga ikut Lintas Jalur di ITS. Katanya selama ga ke Bromo, dia siap. Ok deh berangkat :D
Perjalan Surabaya - Malang memakan waktu sekitar 3 jam. Kami rombongan 4 motor. Gue sama Piki. Wawan-Dimas. Ucup-Aby. Fendi-Ricat. Karena Piki udah lumayan sering ke Malang jadi gue sama Piki paling depan. Setelah persiapan isi bensin dan isi angin selesai. Kita memulai perjalanan. Bismillah.
Piki ini orangnya rada bawel. Dijalan cerita mulu. Tapi lumayanlah jadi berasa punya Tour Guide pribadi :p
Setelah kurang lebih satu jam perjalanan, kita sampai di Porong, Siduarjo. Di sebelah kiri gue terbentang tanggul lumpur lapindo. Kawasannya gersang. Dan tercium bau-bau lumpur. Agak sedikit miris sih. Melihat warga setempat malah ngejadiin lumpur lapindo sebagai tempat wisata, dengan biaya masuk Rp. 5000
Ya gimana lagi, mungkin itu lebih baik dibanding nunggu ketidak jelasan status ganti rugi dari pihak terkait yang dengan "pede"-nya mau nyalonin jadi Presiden.
Pathetic.
Si Piki cerita kalau daerah Porong itu tempat macet. Dikarenakan jalur jalan yang bentuknya kaya "botol". Menyempit di depan. Selain itu jalanan ini juga di dominasi sama truk-truk besar.
Sehari sebelumnya. Dalam perjalanan menuju Madura. Kita secara tragis ngeliat orang kelindes truk. Gue ngeliat jelas banget.
Yang gue liat mas-mas yang kelindes itu adalah tukang skotlet motor. Saat itu dia lagi ngelayanin salah satu pelanggannya. Ga tau ngantuk, mabok atau gimana. Tiba-tiba truk yang ada di depan gue banting stir ke kiri. Dan ngelindes bagian paha mas-mas tadi. Gue berenti disamping percis korban. Dipanggil-panggil sama kawannya. Ga gerak. Boro-boro nolongin, badan merinding. Untungnya ada avanza berenti dan mba-mba turun menawarkan pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit. Setelah sadar dari bengong gue nyuruh Piki yang saat itu boncengin gue untuk buru-buru jalan. Kita pun termenung.
Setelah kejadian itu selama perjalanan ke Malang kitapun jiper kalau saingan jalan sama truk. Mending ngalah deh, daripada kenapa-kenapa :)
Udara sejuk sudah mulai berasa di kulit menandakan sedikit lagi kita sampai di Malang. Setelah hampir 3 jam perjalanan kita berenti di pom deket perbatasan kota Malang. Untuk istirahat, solat, dan isi bensin.
Dari beberapa cerita teman dan hasil browsing di internet. Ada beberapa tempat yang ga boleh di lewatin ketika berkunjung ke Malang. Salah duanya Es Krim OEN dan juga BNS (Batu Night Spectacular) di Kota Wisata Batu.
Mbah google emang teman paling ok buat traveler dari si mbah kita tau kalau Es Krim OEN bertempat di samping McD dekat alun-alun kota Malang.
Zaman sekarang GPS bisa dengan mudah kita akses melalui smartphone. Asal ada sinyal, tinggal ketik nama tempat yang di tuju. Dan beres! Keterlaluan aja kalau udah liat GPS dan nyasar mah :p
Sampai di alun-alun Malang kita mutusin buat berenti. Makan bakso sama Es kelapa. Sayangnya ga sementereng nama besar Malang yang terkenal dengan kenikmatan baksonya. Yang ini "cuma" khas kaki lima.
Alun-alun Malang
BNS itu bukanya cuma malam hari. Jadi untuk ngisi jeda di sore. Aby ngusulin mampir ke Curug Cobanrondo.
Gue ga ngerti kita kena kutukan apa. Tapi rasa-rasanya dari zaman kuliah dulu hobi banget wisata curug. Ada sekitar 5 curug yang pernah kita datengin, sama ini jadi 6 -_-
Berhubung Aby sendiri ga tau jalan kesana.
Gue nyuruh Fendi buat ngehubungin Erik.
Erik ini junior gue juga di PNJ, temennya Fendi. Kebetulan dia juga lagi kuliah Lintas Jalur S1 di Universitas Brawijaya Malang. Kita minta tolong dia buat nemenin keliling Malang :)
Selepas kerja kelompoknya selesai. Erik pun nyusulin kita di alun-alun. Dan kita langsung menuju Es Krim OEN.
Dari luar tempatnya kaya yang sepi. Pas masuk ke dalem, taunya penuh. Jadilah kita nongkrong diluar.
Yang unik dari tempat ini, bangunannya masih pertahanin bentuk lama. Didirikan taun 1930 tempat ini kental dengan nuansa Belanda. Di dalem juga gue liat beberapa bule sekeluarga, dan beberapa bapak-bapak keturunan China dengan gaya classy khas orang tajir.
Foto bangunan OEN yang dipajang disalah satu sudut Toko
Atau mungkin harga mereka melonjak naik setelah Pak Bondan berkunjung kesana dan dengan khasnya bilang "Maknyoss" disebuah acara di televisi X)))
Ada yang kurang dari tempat itu, pelayanannya. Ya setidaknya belajar senyum kek ke konsumen.
Banana Split dan OEN special
Sampai di lokasi, suasananya sejuk, kaya di puncak bogor. Adem. Beda aja sama Surabaya. Walaupun sama-sama panas kaya di Jakarta, ga tau kenapa Surabaya itu hawa panasnya aneh, bikin kringetan mulu sama muka berminyak. Kebayang tinggal disana lama jerawat gue nambah berapa -_-
Di curug tadinya mau maen aer. Sama nyobain body rafting. Tapi entah kenapa tempat buat body rafting nya tutup. Lagian dingin sih. Males juga -_-
Curug Cobanrondo
Curug Cobanrondo
Legenda Cobanrondo yang dipajang di dekat pintu masuk
Waktu udah semakin sore setelah ngambil beberapa foto kita langsung menuju tempat selanjutnya. BNS :)
Jarak dari Curug Cobanrondo ke BNS cukup deket. Karena BNS bukanya malem kita mutusin ke alun-alun Batu untuk makan sama solat maghrib disana. Sebagaimana kota-kota lain, setiap alun-alun pasti deket mesjid :D
Uniknya alun-alun Batu itu ada kincir-kincir khas pasar malem. Sama beberapa bangunan seperti lampion berbentuk labu berukuran besar warna hijau nyala lampu.
Hari udah gelap. Kami melanjutkan perjalanan ke BNS. Sesuai informasi yang gue dapet. BNS itu sejenis pasar malem versi kerenan. Tempatnya ga terlalu besar. Ada wahana-wahananya, ya percis pasar malem deh. Biaya masuknya Rp. 20000 per orang belum termasuk naek wahana. Itu bayar lagi.
Setelah keliling-keliling, gue menyadari kalau BNS itu lebih cocok buat dateng bareng pacar X)))
Menurut temen gue yang udah pernah kesana, khas nya BNS itu di wisata lampion (bayar lagi). Katanya tempatnya romantis. Tapi gue ga kesana. Selain karena infonya telat gue dapet. Ya masa ditempat romantis mau "pedang-pedangan" X)))
Batu Night Spectacular
Sebelum malem kian larut, kita memutuskan untuk pulang. Waktu menujukan pukul 9 malam. Dengan estimasi waktu sampai di Surabaya sekitar jam 12 malem.
Erik nganterin kita, sampai dipertigaan besar. Yang katanya kalau ke Surabaya tinggal lurus terus :))
Setelah istirahat Isya, dijalan kita terjebak hujan. Beruntung ada alfamart. Jadi kita berhenti dulu. Ngopi dan ngekratindeng biar dijalan ga ngantuk.
Hujan reda. Kita berangkat. Hujan lagi. Neduh. Reda. Berangkat. Hujan lagi. Gitu-gitu aja terus.
Sudah tengah malam. Kita masih belum jauh dari Malang.
Motor melaju dengan kecepatan standar. Tiba-tiba hujan deres. Praktis kita buru cari tempat neduh. Nemu semancam gubuk buat numpuk-numpuk genteng kita pun meneju tempat itu.
Tempatnya gelap banget. Wawan dan Ricat yang tiba lebih dulu. Sempet ngasi tau, bahwa disitu ada lubang yang cukup gede. Ucup terlihat buru-buru merangsek pengen neduh. Seakan mengetahui jalur laju ucup menuju lubang. Gue pun teriak.
"Awas cup, lubang!"
Lalu seperti Houdini yang menyihir mata penikmat sulap-sulapnya. Ucup tiba-tiba ilang!
Anjritt, ucup nyemplung ke ke got!
Gue dan temen-temen panik. Gue ga nyangka got nya sedalem itu. Mungkin hampir 2 m! Dan lebih ga nyangka lagi ucup langsung meluncur ke dalem kaya peserta-peserta Benteng Takeshi yang salah pilih lubang. Padahal lubangnya mungkin cuma 60x60 cm, dan ucup bawa kardus isi oleh-oleh!
"Cup, cup, kaga apa-apa lu?!" Teriak gue panik.
"Kaga, gue kaga apa-apa." Jawab Ucup santai, tapi terlihat kekagetan dinada suaranya.
Buru-buru deh nyalain hape senter biar terang. Sendal ucup ilang, mungkin hanyut karena gotnya cukup deres soalnya hujan.
Setelah nyerah nyari sendal di bawah Ucup pun di angkat ke atas.
Walaupun miris, tapi kalau di inget-inget ini absurd banget X))
Ucup jatoh kelubang kaya orang yang tiba-tiba ditarik di film-film zombie.
Wushh!
Dan ilang.
Gue tau banget si Piki sama Wawan ketawa di pojokan nahan ketawa. Si Ricat juga. Emang kampret semuanya, gue juga ikutan ngakak X))
Ada aja hiburan tengah malem dengan sendal ucup yang jadi korbannya.
Setelah tragedi tersebut kita melanjutkan perjalanan pulang. Menerobos hujan. Dan tiba dengan selamat di kosan pada pukul 3 dini hari :)
Tiwassss..
Esoknya gue kembali ke Jakarta. Dengan Kertajaya jadwal keberangkatan jam 3 sore.
Begitulah :))
Spontanitas bikin traveling kali ini sedikit berantakan. Namun spontanitas juga bikin kita belajar untuk memutuskan sesuatu secara cepat dan belajar untuk tidak menyesali setiap keputusan.
Dan percayalah dalam setiap kesulitan pasti ada suatu hal yang bisa bikin kita cengar-cengir meski hal itu tak terlihat layaknya "lubang di kala hujan di kegelapan malam" xixixixi :p
for bonus:
:ngakak
Label:
backpacker,
BNS,
cerita,
Coban Rondo,
kereta,
madura,
malang,
surabaya,
traveling
Rabu, 08 Mei 2013
You and Me, Just Shiver.
Akhir-akhir ini hati lagi melow. Padahal ga lagi kasmaran, semacamnya atau apapun. Sedang dalam posisi selangkah untuk move on hehehe.
Udah seminggu ini kerjaan lagi longgar. Dikantor jadi twitteran mulu sambil browsing iseng-iseng baca artikel sama blog orang. Kebetulan gue lagi seneng banget dengerin lagu-lagu Coldplay salah satunya "Shiver", single Coldplay di album Parachutes.
Yang belum denger, gue cantumin link download-nya deh :D
http://files.indowebster.com/download/files/Coldplay_Shiver
Lagu yang seperti mesin waktu, yang mampu melempar gue ke hari itu.
So, I look in your direction
But you pay me no attention, do you?
I know you don't listen to me
'Cos you say you see straight through me, don't you?
And on and on
From the moment I wake,
to the moment I sleep
I'll be there by your side,
just you try and stop me
I'll be waiting in line,
just to see if you care
Oh! Did you want me to change?
Well I changed for good
I want you to know that you'll always get your way
I wanted to say
Don't you shiver, shiver
Sing it loud and clear
I'll always be waiting for you
Gue bukan orang yang mendalami sejarah sebuah band ataupun sejarah dibalik penciptaan sebuah lagu. Tapi kala itu entah kenapa gue ngerasa lagu Shiver ini ngasi kesan yang emosional. Perasaan meledak-ledak dari Chris yang nyiptain lagu ini tuh kaya yang nyampe. Berasa banget dari lirik sama aransemennya. Dengerin Shiver sambil nutup mata seakan ngebuat gue pengen loncat-loncat sambil gaya pegang gitar terus muter-muter di tempat. Ga lupa kepala di angguk anggukin ngikutin ketukan drum.
Dari situlah gue penasaran sama lagu ini. Dan kemudian gue pun browsing dan kepoin mbah google.
Gue menemukan hal yang lucu. Ga lucu juga sih malah kesannya kok "nampar" gue gitu. Hehehe.
Beberapa media dan juga fans Coldplay meyakini bahwa lagu Shiver itu dibuat untuk seseorang yang Chris suka pada saat itu. Tentu saja sebelum Chris ketemu Gwyneth. Perempuan itu adalah Natalie Imbruglia.
Seorang penyanyi dan aktris asal Australia. Ah jangan kan Chris Martin gue juga suka :p
Salah satu daya tarik film Johnny English, ya karena Natalie maen jadi pemeran utama ceweknya. Hehehe.
Saat itu Chris muda jatuh cinta dengan Natalie. Singkat cerita Natalie ga punya perasaan yang sama dengan apa yang di rasain Chris. Bahasa puitisnya "bertepuk sebelah tangan". Perhatiin deh liriknya.
So you know how much I need you
But you never even see me, do you?
And is this my final chance of getting you
Sing it on and on
From the moment I wake,
to the moment I sleep
I'll be there by your side,
just you try and stop me
I'll be waiting in line,
just to see if you care, if you care
Oh! Did you want me to change?
Well I changed for good
And I want you to know that you'll always get your way
I wanted to say, to say, to say
Don't you shiver, shiver
Sing it loud and clear
I'll always be waiting for you
So, I'll always be waiting for you
Yeah, I'll always be waiting for you
Yeah I'll always be waiting
And it's you I see but you don't see me
And it's you I hear so loud and so clear
Sing it loud and clear
I'll always be waiting for you
So I look in your direction
But you pay me no attention
And you know how much I need you
But you never even see me
Dari apa yang ditulis Chris sih gue nyimpulinnya semacem kaya,
Kita udah ngasi perhatian tapi dianya ga sadar,
ada "sosok" lain yang ia liat yang nutupin segala perhatian yang kita kasih.
Kita cuma bisa nunggu, nunggu dia sadar kalau kita itu "ada".
Ini lagu patah hati yang gentle menurut gue.
Seseorang yang tulus mencintai, tapi bertepuk sebelah tangan.
Patah hati. Tapi ia berusaha tidak menyalahkan, tidak memojokan.
Seorang teman pernah menulis PM. Kira-kira gini.
"The hardest love to forget is the one that never happened"
Hehehe..
Mungkin ada benernya juga.
Toh sekarang Chris udah bahagia bersama Gwyneth.
Yang katanya Gwyneth adalah seseorang yang menginspirasi Chris dalam membuat salah satu masterpiece Coldplay lainnya.
Fix You.
"Terima kasih atas segala senyum, cerita, ataupun keluhan berat badanmu. Pada akhirnya, meski itu bukan aku. Semoga kelak akan ada kamu yang lain. Aamiin." :)
Udah seminggu ini kerjaan lagi longgar. Dikantor jadi twitteran mulu sambil browsing iseng-iseng baca artikel sama blog orang. Kebetulan gue lagi seneng banget dengerin lagu-lagu Coldplay salah satunya "Shiver", single Coldplay di album Parachutes.
Yang belum denger, gue cantumin link download-nya deh :D
http://files.indowebster.com/download/files/Coldplay_Shiver
Lagu yang seperti mesin waktu, yang mampu melempar gue ke hari itu.
So, I look in your direction
But you pay me no attention, do you?
I know you don't listen to me
'Cos you say you see straight through me, don't you?
And on and on
From the moment I wake,
to the moment I sleep
I'll be there by your side,
just you try and stop me
I'll be waiting in line,
just to see if you care
Oh! Did you want me to change?
Well I changed for good
I want you to know that you'll always get your way
I wanted to say
Don't you shiver, shiver
Sing it loud and clear
I'll always be waiting for you
Gue bukan orang yang mendalami sejarah sebuah band ataupun sejarah dibalik penciptaan sebuah lagu. Tapi kala itu entah kenapa gue ngerasa lagu Shiver ini ngasi kesan yang emosional. Perasaan meledak-ledak dari Chris yang nyiptain lagu ini tuh kaya yang nyampe. Berasa banget dari lirik sama aransemennya. Dengerin Shiver sambil nutup mata seakan ngebuat gue pengen loncat-loncat sambil gaya pegang gitar terus muter-muter di tempat. Ga lupa kepala di angguk anggukin ngikutin ketukan drum.
Dari situlah gue penasaran sama lagu ini. Dan kemudian gue pun browsing dan kepoin mbah google.
Gue menemukan hal yang lucu. Ga lucu juga sih malah kesannya kok "nampar" gue gitu. Hehehe.
Beberapa media dan juga fans Coldplay meyakini bahwa lagu Shiver itu dibuat untuk seseorang yang Chris suka pada saat itu. Tentu saja sebelum Chris ketemu Gwyneth. Perempuan itu adalah Natalie Imbruglia.
Seorang penyanyi dan aktris asal Australia. Ah jangan kan Chris Martin gue juga suka :p
Salah satu daya tarik film Johnny English, ya karena Natalie maen jadi pemeran utama ceweknya. Hehehe.
Saat itu Chris muda jatuh cinta dengan Natalie. Singkat cerita Natalie ga punya perasaan yang sama dengan apa yang di rasain Chris. Bahasa puitisnya "bertepuk sebelah tangan". Perhatiin deh liriknya.
So you know how much I need you
But you never even see me, do you?
And is this my final chance of getting you
Sing it on and on
From the moment I wake,
to the moment I sleep
I'll be there by your side,
just you try and stop me
I'll be waiting in line,
just to see if you care, if you care
Oh! Did you want me to change?
Well I changed for good
And I want you to know that you'll always get your way
I wanted to say, to say, to say
Don't you shiver, shiver
Sing it loud and clear
I'll always be waiting for you
So, I'll always be waiting for you
Yeah, I'll always be waiting for you
Yeah I'll always be waiting
And it's you I see but you don't see me
And it's you I hear so loud and so clear
Sing it loud and clear
I'll always be waiting for you
So I look in your direction
But you pay me no attention
And you know how much I need you
But you never even see me
Dari apa yang ditulis Chris sih gue nyimpulinnya semacem kaya,
Kita udah ngasi perhatian tapi dianya ga sadar,
ada "sosok" lain yang ia liat yang nutupin segala perhatian yang kita kasih.
Kita cuma bisa nunggu, nunggu dia sadar kalau kita itu "ada".
Ini lagu patah hati yang gentle menurut gue.
Seseorang yang tulus mencintai, tapi bertepuk sebelah tangan.
Patah hati. Tapi ia berusaha tidak menyalahkan, tidak memojokan.
Seorang teman pernah menulis PM. Kira-kira gini.
"The hardest love to forget is the one that never happened"
Hehehe..
Mungkin ada benernya juga.
Toh sekarang Chris udah bahagia bersama Gwyneth.
Yang katanya Gwyneth adalah seseorang yang menginspirasi Chris dalam membuat salah satu masterpiece Coldplay lainnya.
Fix You.
"Terima kasih atas segala senyum, cerita, ataupun keluhan berat badanmu. Pada akhirnya, meski itu bukan aku. Semoga kelak akan ada kamu yang lain. Aamiin." :)
Jumat, 28 Desember 2012
Trip to Sawarna
Rutinitas harian dikantor sudah membuat tingkat ke-bete-an pada posisi optimum. Ini tanda-tanda butuh liburan. Akhirnya gue calling temen-temen semasa kuliah dulu, ngajak reunian sambil traveling. Sepertinya seru :3
Setelah makhluk yg butuh liburan terkumpul. Kami memutuskan untuk liburan ke Sawarna. Maklum domisili kami di Jakarta, dan Sawarna tempatnya cukup terjangkau karena masih termasuk wilayah Provinsi Banten. Tepatnya di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Biar ga ribet, gue mengusulkan untuk naek mobil pribadi. Tentu saja bukan mobil gue, gue ga punya mobil soalnya hehehe (bijak).
Akhirnya Ucup dan Bepe bersedia untuk menghibahkan mobilnya untuk kita bawa ke Sawarna, berhubung kita serombongan ada sekitar 14 org jadi perlu 2 mobil. Dan kami memutuskan untuk berangkat pada tgl 30 Juni 2012.
Dimalam sebelum keberangkatan, dikarenakan suatu hal mobil Bepe ga bisa kami pinjem :( Alhasil kami berembug dan beberapa mengundurkan diri. Jadilah kami berangkat ber-8 menggunakan mobil Ucup.
Sekitar setengah 6 pagi kami berangkat, jalanan saat itu ramai lancar. Kami berenti disebuah pom bensin di daerah Cikret, mengisi full bahan bakar untuk mobil dan tentu saja mengisi perut dengan semangkok bubur dan teh hangat. Nyam nyam.
Perjalanan kami lanjutkan kembali.
Memasuki daerah Sukabumi, sang sopir Ucup kebelet. Dan kami memutuskan berenti kembali di Pom Bensin yg sebelahnya ada tukang es kelapa. Lumayan untuk sekedar melepas dahaga karena siang itu lumayan panas.
Di daerah Pelabuhan Ratu, kami sampai disebuah pertigaan. Setelah berdebat, kami memutuskan untuk ambil kanan. Tapi gue ragu, dan memutuskan untuk nanya seseorang. Bertanyalah Piki yg saat itu bertugas jadi co-pilot. Ternyata bener kita salah, dan kitapun balik kanan jalan heuheuheu. Putar Arah.
Daerah pantai selatan terkenal dengan perpaduan tebing-tebingnya yg tinggi dan ombaknya yg besar. Begitupun di Pelabuhan ratu. Kami memutuskan bwt istirahat sejenak meminum kopi dan pop mie bwt ganjel perut. Dari warung tempat kami istirahat bisa terlihat birunya laut siang itu. Ya ibaratnya kita lg di warung2 pinggir di Puncak, tapi pemandangannya tebing2 sama laut, beeuuhh.
Setelah ngupi2 lucu, kamipun melanjutkan perjalanan. Disepanjang perjalanan disuguhi kelokan2 jalan dan beberapa pemandangan sawah. Setelah menempuh krg lebih 2 jam tibalah kami di Desa Sawarna :)
Banten masih wilayah gugusan Sunda, karena gue yg paling faseh berbahasa Sunda, maka guelah yg memulai pembicaraan dgn penduduk sekitar.
Setelah bertanya kepada abang2 tkg parkir, ternyata hampir semua Homestay penuh. Katanya kami dateng barengan sama semacam club fotografi anak SMA. Ada sekitar 300 org lebih.
Kesalahan kita yg ga booking penginapan dulu, lebih seru dadakan katanya siapa tau lebih murah, merujuk pengalaman kami ke Ujung Genteng heuheuheu.
Dan taunya perhitungan kami salah, penginapan yg kami sewa terbilang mahal. 110rb per orang (include makan 3x). Penginapan baru, yg gue liat sih. Ada ditengah2 sawah dan ga jauh dari pantai. Cukup nyaman, buat kami yang kelelahan setelah hampir 8 jam perjalanan.
Setelah cukup istirahat, makan dan solat. Kami bersiap2 menuju pantai. Mengincar sunset tentu saja heuheuheu. Seperti biasa gue bersiap dengan stelan baju pantai bolong andalan gue.
Dari hasil googling gue sebelum perjalanan, gue baru tau bahwa di Sawarna itu ada 3 pantai yg menjadi primadona disana. Pertama yg paling dekat dgn penginapan kami yaitu pantai.. Apa ya gue lupa, sebut saja Pantai Sawarna. Dan yg agak jauh Pantai Tanjung Layar, soalnya disitu ada karang yg bentuknya kaya layar perahu. Dan yg paling jauh Lagoon Pari.
Berjalan diatas pasir menuju pantai Sawarna, sedikit foto2. Karena hari mulai sore kami memutuskan untuk mengunjungi Pantai Tanjung Layar dengan berjalan kaki menyusuri bibir pantai. (Mandi-mandinya ditunda dulu heuheuheu)
Sesampainya disana ternyata penuh dengan rombongan anak fotografi. Males sih, tapi mau gimana lagi, kita dateng pas weekend dan pertengahan tahun dimana anak sekolah dan yang kuliah mungkin lagi libur semester.
Kegiatan disana tentu saja foto-foto lagi hahaha. Yang membuat unik selain Karang yang berbentuk layar, pantai ini juga ombaknya kecil, dikarenakan karang karang besar menahan ombak tinggi yang datang.
Setelah puas foto2 dan ngecengin anak ABG, menjelang magrib akhirnya kami memutuskan balik lagi ke Pantai Sawarna untuk menjalankan misi maen2 aer heuheuheu. Di Pantai Tanjung Layar ga bisa renang2 maen aer, soalnya penuh sama karang. Cukup puas dengan maen aernya kamipun kembali ke penginapan.
Makan malam hari itu cukup nikmat, mungkin karena tingkat kelaparan perut berbanding lurus dengan tingkat kecapekan. Maklum perjalanan jauh. Makannya tergolong standar untuk daerah pantai. Ikan dengan tambahan sayur serta kenikmatan sambel kecap.
Selesai makan kegiatan dilanjut dengan maen kartu, adapula yang maen gitar. Ga sampai larut malam, soalnya kami berencana jalan subuh untuk ngejar sun rise di Lagoon Pari. Sekitar jam 12an gue udah tidur.
Keesokan subuhnya alarm gue bunyi, gue bangun, solat subuh lalu bangunin temen2 yg lain. Kami bersiap, dikarena hari masih gelap kami pun membawa senter sebagai alat penerangan. Tadinya mau pinjem petromak yg punya home stay, biar petualangannya lebih dramatis heuheuheu.
Berjalan menyusuri bibir pantai lumayan nyeremin. Ombak lagi pasang, jadi suaranya gede dan kerasa deket ditambah jalanan yang gelap. Mana senternya pake keabisan batre lagi -_____-"
Untung ada hape jadul yg dibawa temen gue ada senternya jadi masih cukup tertolong. (Semoga yg mendesign hape dengan feature senter masuk surga. Aamiin.)
Ga ada satupun dari kami yang pernah ke Lagoon Pari, cuma sebatas tau dari gambaran dari google map. Alhasil saat itu jalanan mentok ditebing karang yg pada dasarnya di google map mah ga keliatan heuheuheu.
Diseberang tebing, ada pantai kecil. Dari pada muter balik kami memutuskan buat nyebrang kesana menyusuri pinggiran tebing. Agak horror sih. Gimana ngga kalau elu ngadep kelaut, itu langsung terhampar Samudra Hindia heuheuheu. Ya walaupun ombak uda mulai kecil, parno aja kalau tiba2 ada ombak pasang gede, terus narik kami semua kelaut.
Sebelum nyebrang kami berdoa dulu. "Bismilah!". Dengan senter hape seadanya kamipun menyebrang dan Alhamdulillah nyampe sebrang dgn selamat.
Dipantai itu gue menemukan kejanggalan,
Gue curiga kalau itu bukan Lagoon Pari, menurut info sih, dari Lagoon Pari lu bisa liat sun rise, sedangkan pantai yg kami capai sun rise nya kehalang tebing karang.
Kamipun memutuskan mencari jalan setapak, dan mulai masuk hutan.
Menyusuri jalan setapak didalem hutan kami sampai disuatu bukit, dari atas situ kita bisa liat sun rise dan dibawah bukit ada pantai. Munkinkah itu tempat yg kami tuju? Hahaha ga tau pasti.
Kami menemukan jalan setapak untuk kebawah, tapi cukup curam. Karena kami manganut prinsip savety first maka kamipun mencari jalan lain, puter baliknya agak jauh sih masuk hutan lagi turun bukit.
Setelah berjalan cukup lama, sampailah kami di pantai tersebut. Tapi gue sih masih ragu kalau itu Lagoon Pari hahahaha. Kayanya kita nyasar. Gpp lah yang penting masi bisa liat sun rise.
Puas ngambil2 foto kamipun memutuskan pulang ke penginapan. Tapi baliknya ga pake rute tadi hehe, nanggung nyasar, kita nyari rute lain lewat pematang sawah yg berundak undak khas perbukitan. Untuk sawahnya kering saat itu masih musim kemarau, coba musim ujan, kebayang ribetnya. Ledok bro -_-
Setelah jalan cukup lama, sampailah kami disuatu bukit. Dari atas sini kami disuguhi pemandangan Pantai Sawarna yg memanjang dibatasi karang2 tinggi diujung kanan dan kirinya. Mantep deh. Dari situ juga gue liat anak2 fotografi kemaren, yang keheranan lewat jalan mana menuju bukit. Gue juga ke sasar bro sebenernya hahaha.
Perjalanan kali ini ngasi gue pelajaran. Bahwa persiapan itu penting. Dan menganalisa jumlah pengunjung tempat yg kita tuju juga perlu biar ga ribet masalah penginapan.
Sesuatu yang terlalu direncanakan juga kaku. Dan nyasar yg menjadi bakat gue dari dulu itu bukan sesuatu yg gue rencanakan. Tapi kalau traveling ga ada nyasar2nya dikit mah kurang seru.
Kerry Lorimer dari Lonely Planet pun bilang gini.
"Getting lost is the best thing to do when you're traveling."
Hehehe mungkin doi ada benernya juga.
Dan sekali lagi gue jatuh cinta sama dunia traveling. Terutama pantai. Gue setuju sama Kugy di Perahu Kertas. Suara ombak itu emang suara paling merdu. Mungkin karena gue Pisces, simbolnya kan 2 ikan hehehe.
Masih banyak tempat yg pengen gue datengin. Target gue itu ngelilingin pantai sepulau Jawa. Ga bisa sampe semua sih, yg jelas taun 2013 nanti ada 3 tempat lagi di P. Jawa yg mesti gue datengin. P. Peucang di Ujung Kulon, Karimun Jawa, dan P. Sempu di selatan Malang. Semoga terlaksana hehehe. Aamiin.
"Hidup itu traveling, dari suatu tempat ke tempat lain. Dari satu hati ke hati yang lain. Dan kelak hanya ada satu tempat yang nyaman untuk kembali pulang. Rumah. Kamu." @firdanzein
Makasi ya udah baca hehehe..
Setelah makhluk yg butuh liburan terkumpul. Kami memutuskan untuk liburan ke Sawarna. Maklum domisili kami di Jakarta, dan Sawarna tempatnya cukup terjangkau karena masih termasuk wilayah Provinsi Banten. Tepatnya di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Biar ga ribet, gue mengusulkan untuk naek mobil pribadi. Tentu saja bukan mobil gue, gue ga punya mobil soalnya hehehe (bijak).
Akhirnya Ucup dan Bepe bersedia untuk menghibahkan mobilnya untuk kita bawa ke Sawarna, berhubung kita serombongan ada sekitar 14 org jadi perlu 2 mobil. Dan kami memutuskan untuk berangkat pada tgl 30 Juni 2012.
Dimalam sebelum keberangkatan, dikarenakan suatu hal mobil Bepe ga bisa kami pinjem :( Alhasil kami berembug dan beberapa mengundurkan diri. Jadilah kami berangkat ber-8 menggunakan mobil Ucup.
Sekitar setengah 6 pagi kami berangkat, jalanan saat itu ramai lancar. Kami berenti disebuah pom bensin di daerah Cikret, mengisi full bahan bakar untuk mobil dan tentu saja mengisi perut dengan semangkok bubur dan teh hangat. Nyam nyam.
Perjalanan kami lanjutkan kembali.
Memasuki daerah Sukabumi, sang sopir Ucup kebelet. Dan kami memutuskan berenti kembali di Pom Bensin yg sebelahnya ada tukang es kelapa. Lumayan untuk sekedar melepas dahaga karena siang itu lumayan panas.
Di daerah Pelabuhan Ratu, kami sampai disebuah pertigaan. Setelah berdebat, kami memutuskan untuk ambil kanan. Tapi gue ragu, dan memutuskan untuk nanya seseorang. Bertanyalah Piki yg saat itu bertugas jadi co-pilot. Ternyata bener kita salah, dan kitapun balik kanan jalan heuheuheu. Putar Arah.
Daerah pantai selatan terkenal dengan perpaduan tebing-tebingnya yg tinggi dan ombaknya yg besar. Begitupun di Pelabuhan ratu. Kami memutuskan bwt istirahat sejenak meminum kopi dan pop mie bwt ganjel perut. Dari warung tempat kami istirahat bisa terlihat birunya laut siang itu. Ya ibaratnya kita lg di warung2 pinggir di Puncak, tapi pemandangannya tebing2 sama laut, beeuuhh.
Setelah ngupi2 lucu, kamipun melanjutkan perjalanan. Disepanjang perjalanan disuguhi kelokan2 jalan dan beberapa pemandangan sawah. Setelah menempuh krg lebih 2 jam tibalah kami di Desa Sawarna :)
Banten masih wilayah gugusan Sunda, karena gue yg paling faseh berbahasa Sunda, maka guelah yg memulai pembicaraan dgn penduduk sekitar.
Setelah bertanya kepada abang2 tkg parkir, ternyata hampir semua Homestay penuh. Katanya kami dateng barengan sama semacam club fotografi anak SMA. Ada sekitar 300 org lebih.
Kesalahan kita yg ga booking penginapan dulu, lebih seru dadakan katanya siapa tau lebih murah, merujuk pengalaman kami ke Ujung Genteng heuheuheu.
Dan taunya perhitungan kami salah, penginapan yg kami sewa terbilang mahal. 110rb per orang (include makan 3x). Penginapan baru, yg gue liat sih. Ada ditengah2 sawah dan ga jauh dari pantai. Cukup nyaman, buat kami yang kelelahan setelah hampir 8 jam perjalanan.
Setelah cukup istirahat, makan dan solat. Kami bersiap2 menuju pantai. Mengincar sunset tentu saja heuheuheu. Seperti biasa gue bersiap dengan stelan baju pantai bolong andalan gue.
Dari hasil googling gue sebelum perjalanan, gue baru tau bahwa di Sawarna itu ada 3 pantai yg menjadi primadona disana. Pertama yg paling dekat dgn penginapan kami yaitu pantai.. Apa ya gue lupa, sebut saja Pantai Sawarna. Dan yg agak jauh Pantai Tanjung Layar, soalnya disitu ada karang yg bentuknya kaya layar perahu. Dan yg paling jauh Lagoon Pari.
Berjalan diatas pasir menuju pantai Sawarna, sedikit foto2. Karena hari mulai sore kami memutuskan untuk mengunjungi Pantai Tanjung Layar dengan berjalan kaki menyusuri bibir pantai. (Mandi-mandinya ditunda dulu heuheuheu)
Sesampainya disana ternyata penuh dengan rombongan anak fotografi. Males sih, tapi mau gimana lagi, kita dateng pas weekend dan pertengahan tahun dimana anak sekolah dan yang kuliah mungkin lagi libur semester.
Kegiatan disana tentu saja foto-foto lagi hahaha. Yang membuat unik selain Karang yang berbentuk layar, pantai ini juga ombaknya kecil, dikarenakan karang karang besar menahan ombak tinggi yang datang.
Setelah puas foto2 dan ngecengin anak ABG, menjelang magrib akhirnya kami memutuskan balik lagi ke Pantai Sawarna untuk menjalankan misi maen2 aer heuheuheu. Di Pantai Tanjung Layar ga bisa renang2 maen aer, soalnya penuh sama karang. Cukup puas dengan maen aernya kamipun kembali ke penginapan.
Makan malam hari itu cukup nikmat, mungkin karena tingkat kelaparan perut berbanding lurus dengan tingkat kecapekan. Maklum perjalanan jauh. Makannya tergolong standar untuk daerah pantai. Ikan dengan tambahan sayur serta kenikmatan sambel kecap.
Selesai makan kegiatan dilanjut dengan maen kartu, adapula yang maen gitar. Ga sampai larut malam, soalnya kami berencana jalan subuh untuk ngejar sun rise di Lagoon Pari. Sekitar jam 12an gue udah tidur.
Keesokan subuhnya alarm gue bunyi, gue bangun, solat subuh lalu bangunin temen2 yg lain. Kami bersiap, dikarena hari masih gelap kami pun membawa senter sebagai alat penerangan. Tadinya mau pinjem petromak yg punya home stay, biar petualangannya lebih dramatis heuheuheu.
Berjalan menyusuri bibir pantai lumayan nyeremin. Ombak lagi pasang, jadi suaranya gede dan kerasa deket ditambah jalanan yang gelap. Mana senternya pake keabisan batre lagi -_____-"
Untung ada hape jadul yg dibawa temen gue ada senternya jadi masih cukup tertolong. (Semoga yg mendesign hape dengan feature senter masuk surga. Aamiin.)
Ga ada satupun dari kami yang pernah ke Lagoon Pari, cuma sebatas tau dari gambaran dari google map. Alhasil saat itu jalanan mentok ditebing karang yg pada dasarnya di google map mah ga keliatan heuheuheu.
Diseberang tebing, ada pantai kecil. Dari pada muter balik kami memutuskan buat nyebrang kesana menyusuri pinggiran tebing. Agak horror sih. Gimana ngga kalau elu ngadep kelaut, itu langsung terhampar Samudra Hindia heuheuheu. Ya walaupun ombak uda mulai kecil, parno aja kalau tiba2 ada ombak pasang gede, terus narik kami semua kelaut.
Sebelum nyebrang kami berdoa dulu. "Bismilah!". Dengan senter hape seadanya kamipun menyebrang dan Alhamdulillah nyampe sebrang dgn selamat.
Dipantai itu gue menemukan kejanggalan,
Gue curiga kalau itu bukan Lagoon Pari, menurut info sih, dari Lagoon Pari lu bisa liat sun rise, sedangkan pantai yg kami capai sun rise nya kehalang tebing karang.
Kamipun memutuskan mencari jalan setapak, dan mulai masuk hutan.
Menyusuri jalan setapak didalem hutan kami sampai disuatu bukit, dari atas situ kita bisa liat sun rise dan dibawah bukit ada pantai. Munkinkah itu tempat yg kami tuju? Hahaha ga tau pasti.
Kami menemukan jalan setapak untuk kebawah, tapi cukup curam. Karena kami manganut prinsip savety first maka kamipun mencari jalan lain, puter baliknya agak jauh sih masuk hutan lagi turun bukit.
Setelah berjalan cukup lama, sampailah kami di pantai tersebut. Tapi gue sih masih ragu kalau itu Lagoon Pari hahahaha. Kayanya kita nyasar. Gpp lah yang penting masi bisa liat sun rise.
Puas ngambil2 foto kamipun memutuskan pulang ke penginapan. Tapi baliknya ga pake rute tadi hehe, nanggung nyasar, kita nyari rute lain lewat pematang sawah yg berundak undak khas perbukitan. Untuk sawahnya kering saat itu masih musim kemarau, coba musim ujan, kebayang ribetnya. Ledok bro -_-
Setelah jalan cukup lama, sampailah kami disuatu bukit. Dari atas sini kami disuguhi pemandangan Pantai Sawarna yg memanjang dibatasi karang2 tinggi diujung kanan dan kirinya. Mantep deh. Dari situ juga gue liat anak2 fotografi kemaren, yang keheranan lewat jalan mana menuju bukit. Gue juga ke sasar bro sebenernya hahaha.
Perjalanan kali ini ngasi gue pelajaran. Bahwa persiapan itu penting. Dan menganalisa jumlah pengunjung tempat yg kita tuju juga perlu biar ga ribet masalah penginapan.
Sesuatu yang terlalu direncanakan juga kaku. Dan nyasar yg menjadi bakat gue dari dulu itu bukan sesuatu yg gue rencanakan. Tapi kalau traveling ga ada nyasar2nya dikit mah kurang seru.
Kerry Lorimer dari Lonely Planet pun bilang gini.
"Getting lost is the best thing to do when you're traveling."
Hehehe mungkin doi ada benernya juga.
Dan sekali lagi gue jatuh cinta sama dunia traveling. Terutama pantai. Gue setuju sama Kugy di Perahu Kertas. Suara ombak itu emang suara paling merdu. Mungkin karena gue Pisces, simbolnya kan 2 ikan hehehe.
Masih banyak tempat yg pengen gue datengin. Target gue itu ngelilingin pantai sepulau Jawa. Ga bisa sampe semua sih, yg jelas taun 2013 nanti ada 3 tempat lagi di P. Jawa yg mesti gue datengin. P. Peucang di Ujung Kulon, Karimun Jawa, dan P. Sempu di selatan Malang. Semoga terlaksana hehehe. Aamiin.
"Hidup itu traveling, dari suatu tempat ke tempat lain. Dari satu hati ke hati yang lain. Dan kelak hanya ada satu tempat yang nyaman untuk kembali pulang. Rumah. Kamu." @firdanzein
Makasi ya udah baca hehehe..
Label:
backpacker,
cerita,
pantai,
Sawarna,
traveling
Rabu, 05 Desember 2012
Zaman Twitter
Gue masih inget waktu pertama kali dikenalkan kepada sebuah social media yang bernama Twitter ini.
Adalah Sugeng Ekki, seorang pemuda gaul dari Bogor, saat itu sedang asik mainin hape (dpt minjem temen).
"Ngapain lu cengar-cengir?" tanya gue.
"Ini dan, lg maen twitter. Lu punya twitter kga?"
"Apaan tuh twitter?saingannya facebook ya?"
"Beda, jadi kalau twitter itu bisa saling follow2an, lu jg bisa follow artis, seru deh.."
Itulah, awal perkenalan gue dengan twitter.
Gue orangnya cuek, ga begitu tertarik dengan hal2 yg kaya gitu, bikin friendster aja pas SMA, pas dikenalin twitter, gue belum lama bikin Facebook (antara cuek dan ga gaul agak2 mirip ya)
Ga ada niat sih sebelumnya buat bikin account twitter.
Berawal dari rutinitas di malam minggu ketika dikosan ga pulang dan ga ada jadwal ngapel (dulu punya pacar)
Gue suka ngabisin malem minggu di warnet.
Paket malem 7000/ 3jam klu ga salah.
Ketika mentok dan keabisan bahan browsing. Gue teringat beberapa social media yg gue tau. Dan gue mulai bikin account di semuanya. Mulai dari plurk, koprol, myspace, forum2 macem kaskus, indowebster, youtube banyak deh. Yg jelas, biar selama ngenet gue ga mati gaya.
Dan tentu saja twitter.
Gue masi inget, followers gue waktu itu masih sedikit salah satunya sepupu gue
Egi dan temannya Oci.
Nahh Oci ini temennya Egi, awal kenal di FB sampe sekarang di twitter. Uniknya kenal uda lama, tapi gue ngeliat wujudnya aja belum pernah hahaha.
Mungkin itu yg bikin seru, dapet temen2 baru yg entah darimana. Internet memudahkan kita untuk berkenalan dengan orang-orang baru biarpun ga bertatap muka.
Gue punya lumayan banyak temen yg kek gini, biasanya mereka itu temennya temen gue, dan kita dipertemukan di dunia maya.
(Eh ini konteksnya temen gue itu cewek cowok loh ya, ntar dikira gue kenalan sama yg cewek2 doang -_- )
Sebelumnya twitter gue itu jarang aktif, ga terlalu tertarik. Mungkin sekitar 1th dari pertama dibuat baru deh mulai rutin.
Suatu hari gue suka sama seseorang, temen kampus.
3 taun kuliah dan gue ga terlalu inget nama2 orang.
Dikampus sih sering ketemu, berhubung dulu gue punya pacar, dan gue tipe orang yg setia, jadi ga ada minat lirik2 cewe di kampus (pencitraan).
Suatu ketika gue bertatapan dengan dia, dan dia tersenyum. Gue ga tau itu senyumnya buat gue atau bukan. Ahh peduli amat, yg jelas gue suka senyumnya, gue suka dia.
Kembali ke twitter, sedikit demi sedikit, gue mulai menikmati tiap twit org2. Dari info artis, berita2, sampe mention2an sama temen.
Suatu malem tanpa ada suara "centriingg" dari hape soalnya buka di opera mini (dulu ga pake bb).
Menatap layar nokia goceng gue. Ada satu mention masuk.
"Tanya @firdanzein aja nih."
Kira2 begitu katanya.
Adalah si desy baskom yg mention gue ke seorang temennya.
Ditilik punya tilik ternyata temennya adalah si itu "you know who"
"Wah apa nih?" Jawab gue sok2 polos.
"Ini dan, minta ajarin PCA Col". Katanya
"Oh, iya kalem bisa2" sok cool, padahal girang abis.
Ok, ini adalah awal dari modus sodara2 ga usah diterusin.
Balik lg ke intinya, yg jelas itulah awal mula gue jadi giat bertwitter sambil melancarkan modus2 kecil.
Buat gue sekarang twitter itu jadi candu, obat galau, obat bosen. Karena dari situ gue suka nemu twit lucu orang2 yg bikin gue ketawa dikala murung. Berita2 penting yg klu gue ga baca, bisa2 diomelin pas bokap gue ngajak diskusi. Info tim kesayangan gue #MUFC , tulisan2 aneh temen gue, puisi galau, dan yg lainnya. Semacam hiburan tersendiri.
Dari sini gue tau pandangan orang2 dalam menyikapi hidup, keunikannya dan "kepintaran"-nya dalam menulis.
Suka bikin twit2 galau atau sok bijak. Kadang karena iseng, kadang juga karena masalah yg gue liat di TL.
Istilahnya semacam ngasi nasehat ke seseorang tapi ga di mention, biar kesannya umum, padahal ditunjukin ke seseorang.
Ya kadang juga karena emg lg pengen romantis heuheuheu.
Gue selalu "mencoba" menyikapi segala sesuatu secara positif begitupun dengan twitter, disini gue belajar bebas jadi diri sendiri, klu org ga suka tgl unfollow, beres. Kadang gue bertualang jdi diri gue yg lain, atau bahkan jadi orang lain, mencoba berada di posisinya, lalu menyikapi masalah dari sudut pandang dia.
Dari dulu, gue selalu pengen jadi penulis, nulis novel sendiri.
Jaman fb juga pernah nulis note2 cerita yg berdasarkan kenangan2 jaman dulu.
Dan sekarang gue baru mulai nulis lagi, kangen juga ternyata.
Kenangan itu ga perlu dilupain, apalagi dihapus. Kenangan diciptakan lengkap dengan alasannya :)
Dan buat gue sendiri, sebagai calon, penulis, alasan kenangan gue ada, buat gue adalah sebagai ide cerita. Dan twitter adalah sumber2 refrensi-nya. Apalah jadinya hidup jikalau tak ada twitter. :p
Doain ajalah ya, semoga cita-cita gue tercapai.
Hehehehehe.
Uda ah segitu dulu.
Adalah Sugeng Ekki, seorang pemuda gaul dari Bogor, saat itu sedang asik mainin hape (dpt minjem temen).
"Ngapain lu cengar-cengir?" tanya gue.
"Ini dan, lg maen twitter. Lu punya twitter kga?"
"Apaan tuh twitter?saingannya facebook ya?"
"Beda, jadi kalau twitter itu bisa saling follow2an, lu jg bisa follow artis, seru deh.."
Itulah, awal perkenalan gue dengan twitter.
Gue orangnya cuek, ga begitu tertarik dengan hal2 yg kaya gitu, bikin friendster aja pas SMA, pas dikenalin twitter, gue belum lama bikin Facebook (antara cuek dan ga gaul agak2 mirip ya)
Ga ada niat sih sebelumnya buat bikin account twitter.
Berawal dari rutinitas di malam minggu ketika dikosan ga pulang dan ga ada jadwal ngapel (dulu punya pacar)
Gue suka ngabisin malem minggu di warnet.
Paket malem 7000/ 3jam klu ga salah.
Ketika mentok dan keabisan bahan browsing. Gue teringat beberapa social media yg gue tau. Dan gue mulai bikin account di semuanya. Mulai dari plurk, koprol, myspace, forum2 macem kaskus, indowebster, youtube banyak deh. Yg jelas, biar selama ngenet gue ga mati gaya.
Dan tentu saja twitter.
Gue masi inget, followers gue waktu itu masih sedikit salah satunya sepupu gue
Egi dan temannya Oci.
Nahh Oci ini temennya Egi, awal kenal di FB sampe sekarang di twitter. Uniknya kenal uda lama, tapi gue ngeliat wujudnya aja belum pernah hahaha.
Mungkin itu yg bikin seru, dapet temen2 baru yg entah darimana. Internet memudahkan kita untuk berkenalan dengan orang-orang baru biarpun ga bertatap muka.
Gue punya lumayan banyak temen yg kek gini, biasanya mereka itu temennya temen gue, dan kita dipertemukan di dunia maya.
(Eh ini konteksnya temen gue itu cewek cowok loh ya, ntar dikira gue kenalan sama yg cewek2 doang -_- )
Sebelumnya twitter gue itu jarang aktif, ga terlalu tertarik. Mungkin sekitar 1th dari pertama dibuat baru deh mulai rutin.
Suatu hari gue suka sama seseorang, temen kampus.
3 taun kuliah dan gue ga terlalu inget nama2 orang.
Dikampus sih sering ketemu, berhubung dulu gue punya pacar, dan gue tipe orang yg setia, jadi ga ada minat lirik2 cewe di kampus (pencitraan).
Suatu ketika gue bertatapan dengan dia, dan dia tersenyum. Gue ga tau itu senyumnya buat gue atau bukan. Ahh peduli amat, yg jelas gue suka senyumnya, gue suka dia.
Kembali ke twitter, sedikit demi sedikit, gue mulai menikmati tiap twit org2. Dari info artis, berita2, sampe mention2an sama temen.
Suatu malem tanpa ada suara "centriingg" dari hape soalnya buka di opera mini (dulu ga pake bb).
Menatap layar nokia goceng gue. Ada satu mention masuk.
"Tanya @firdanzein aja nih."
Kira2 begitu katanya.
Adalah si desy baskom yg mention gue ke seorang temennya.
Ditilik punya tilik ternyata temennya adalah si itu "you know who"
"Wah apa nih?" Jawab gue sok2 polos.
"Ini dan, minta ajarin PCA Col". Katanya
"Oh, iya kalem bisa2" sok cool, padahal girang abis.
Ok, ini adalah awal dari modus sodara2 ga usah diterusin.
Balik lg ke intinya, yg jelas itulah awal mula gue jadi giat bertwitter sambil melancarkan modus2 kecil.
Buat gue sekarang twitter itu jadi candu, obat galau, obat bosen. Karena dari situ gue suka nemu twit lucu orang2 yg bikin gue ketawa dikala murung. Berita2 penting yg klu gue ga baca, bisa2 diomelin pas bokap gue ngajak diskusi. Info tim kesayangan gue #MUFC , tulisan2 aneh temen gue, puisi galau, dan yg lainnya. Semacam hiburan tersendiri.
Dari sini gue tau pandangan orang2 dalam menyikapi hidup, keunikannya dan "kepintaran"-nya dalam menulis.
Suka bikin twit2 galau atau sok bijak. Kadang karena iseng, kadang juga karena masalah yg gue liat di TL.
Istilahnya semacam ngasi nasehat ke seseorang tapi ga di mention, biar kesannya umum, padahal ditunjukin ke seseorang.
Ya kadang juga karena emg lg pengen romantis heuheuheu.
Gue selalu "mencoba" menyikapi segala sesuatu secara positif begitupun dengan twitter, disini gue belajar bebas jadi diri sendiri, klu org ga suka tgl unfollow, beres. Kadang gue bertualang jdi diri gue yg lain, atau bahkan jadi orang lain, mencoba berada di posisinya, lalu menyikapi masalah dari sudut pandang dia.
Dari dulu, gue selalu pengen jadi penulis, nulis novel sendiri.
Jaman fb juga pernah nulis note2 cerita yg berdasarkan kenangan2 jaman dulu.
Dan sekarang gue baru mulai nulis lagi, kangen juga ternyata.
Kenangan itu ga perlu dilupain, apalagi dihapus. Kenangan diciptakan lengkap dengan alasannya :)
Dan buat gue sendiri, sebagai calon, penulis, alasan kenangan gue ada, buat gue adalah sebagai ide cerita. Dan twitter adalah sumber2 refrensi-nya. Apalah jadinya hidup jikalau tak ada twitter. :p
Doain ajalah ya, semoga cita-cita gue tercapai.
Hehehehehe.
Uda ah segitu dulu.
Label:
cerita
Minggu, 10 Juli 2011
Pangeran Kuda Binal Part.4
Jumat, 28 Januari 2011
Seperti biasanya gue sedang ber-PKL ria di proyek gedung FASILKOM UI Depok. Kontraktornya tuh PP, waktu itu gue lagi ada meeting sama site engineer manager nya *cielah gaya*
disini ada Ari, Septi, Tyo, Riki (Nama Samaran Semua), sebenernya ada 2 lagi cuman mereka lagi keluar buat ngeprint. Pas lagi break istirahat, temen2 gue manas2in buat ngajak jalan cewe demenan gue, hahaha. Iya, gue lagi suka sama seorang cewe, cewe asli loh ya!haha. Sering ketemu tapi baru kenal beberapa bulan yg lalu, doi temen satu kampus hehe. namanya AYU. (samaran loh yaa hehe)
Setelah dipanasin akhirnya gue sms juga tu doi, sebenernya emang pengen ngajak jalan sih, cuman gue ga berani ngajak, maklumlah gue kn pria pemalu hahahaha.
Doi bales katanya dia ga bisa kalau sabtu jalan, soalnya uda ada janji, dia minta hari biasa aj jgn weekend. Ya uda gue ajak jalan hari ini juga pulang PKL hahaha. spontan bgt, gue ga ada rencana buat jalan kemana tau dah haha. Minta usul ketemen2, si Ari ngusulin ketemuan di Blok M Plaza.
Hmm..gue belum pernah kesan cuma pernah lewat doang. Ya uda deh kga napa2 serahkan semuanya pada takdir nyasar2 dah ahahaha.
Si Ayu akhirnya mau buat ketemu di Blok M plaza hari ini juga.Yesss!!gue langsung rol depan kegiranganhahaha.
Karena gue ga tau tempatnya gue minta petunjuk si Ari, ni orang emang jago kalau masalah jalanan kota jakarta, tukang ojek juga lewaaatt!haha
dikasih tau rutenya, patokannya, semuanya gue rekam diotak. Sebenernya gue minta anterin sama si Ari, cuman dia nya mau balik buru2 kerumah, ah...lagian rutenya ga terlalu rumit kok.
Clekk .. abis solat gue langsung siap2, begaya dikit dikaca, sipp kece!!haha
nyalain si blacky, owmwomwoooommmmm...
dijalan gue senyum2 seneng campur panik, soalnya gue ga pernah ke jakarta sendirian naek motor, biasanya kalau keliling juga bawa temen, gue suka buta arah hahaha, jaman2 awal kuliah juga gue pernah nyasar di UI hahaha
yahhh..ini demi DIA, si AYU ihiiiwww.
nyampelah gue di perempatan deket blok M plaza, nyari2 pintu masuk motor, gue bingung sendiri. Gue sok2an masuk, di basement malahh nyasar hahaha.
Panik. Kikuk. gue liat satpam, langsung aja gue tanya. Malu sih, kan jadi keliatan noraknya haha. Maklumlah ya mas, saya dari desa hehehe.
Setelah nyampe sambil nunggu si Ayu datang gue SMS si Septi, ceritain kalau gue tadi "tersesat". hahaha dia malah ketawa. Si Ari juga SMS nanya kalau gue uda nyampe lokasi belum atau labas ke monas haha
pip pip, sms masuk. dari Ayu.
"Dan maap ya gue agak telat nih, macet! lu udah nyampe?"
"iya gapapa, udah nyampe, gue tunggu di depan pintu masuk ya"
Gue nanya Ari pintu masuk utama dimana, biar gue tunggu doi disitu.
lama lama lama ko ga dateng2, masa dia nyasar?otak gue mulai crash, ga mungkinlah dia kan lama di jakarta.
pip pip ada SMS masuk lagi.
"Dan, gue udah nyampe nih lu dimana?"
"Lohh lewatt mana lu?ko gue ga liat ya??"
"Lewat pintu samping, gue uda di 21 nih, lu kesini ya ada di lantai 6"
"OK"
Gue langsung ke lift naek ke lantai 6, clingak clinguk.. 21 nya dimana?kliling2 ah ktemu juga. ini gue emang gampang keder apa karna nerves ya?hahhaa
Liat mukanya ademm bgt, tapi kayanya doi kecapean. pas ngobrol ternya dia emang jalan lumayan jauh pas turunan dari metromini nya.
"Mau nonton apa, Dan?"
"Wahh ga tau gue, apa ya?film action demen ga?itu aja gimana?"
"Ya udah gue ngikut aja"
Beli tiket masih lama maennya, kita ke bawah dulu ke K*C, gue belum makan dari pagi laper. dia nemenin minum doang.
gue mesen chicken fillet sama pepsi, lagi males makan nasi dari kemaren. dia mesen minuman apaa gituh gue lupa.
Nahh disini kocak nih, gue kan norak ya jarang makan di K*C sekalinya makan juga paling paket hemat. Pas waktu di meja, dengan tiisnya gue nyoblos sedotan yang ada di nampan ke gelas pepsi gue,
"Eh..Dan, kayanya tu sedotan buat minuman gue deh"
Nahh lohh.. tuh sebenernya sedotan buat minumannya si Ayu hahah. Kalau pepsi mah kan yang kecil tea yang ngambil sendiri, kalau yang pernah ke K*C pasti ngerti.
Ini ko gue goblok bgt ya, ripuh euy gara2 grogi, ahahaha anjir malu aing euy jadi terlihat euy ndesonya haha
Bener2 ketampanan gue berasa luntur, otak gue yg temporer masa berlakunya uda abis haha.
Ya udah gue mencoba ngobrol2 dengan santai,
bicarain ini itu gue mencoba menyelami dunianya, walaupun gue ga ngerti2 apa tentang dia, ga tau semua tentang dia, tapi gue peduli hehe.
seru aja denger ceritanya, yahh gue emang punya telinga yang bagus buat denger cerita orang2, gue malah bingung kalau disuruh cerita, enakan nulis hehe.
Ah jadi inget waktu ketemu pertama kali, bukan pertama kali ketemu juga sih, kan kita satu kampus.
Yang gue tau waktu study tour, gue liat dia senyum, dan gue SUKA senyumnya, seneng aja liatnya lucu hehe..
___________________________________________
Abis ngobrol2 di K*C kita balik lagi ke bioskop, filmnya uda mulai, sepi. mungkin karena hari Jumat kali ya.
khusuk bgt nontonnya. oia yang kita tonton itu film nya si the rock, judulnya FASTER
___________________________________________
Selese film kita langsung pulang, pengen gue ajak jalan lagi lebih lama, tapi ga enak kayanya dia capek, lagian uda lumayan malem, gue takut dijalan sepi dan ga ada orang yang bisa gue tanya kalau nyasar ahahaha
Gue anterin doi pulang, masuk jalan2 yang gue ga kenal haha, wahh ripuh nih kalau nyasar.
Nyampe sebuah gang, Ayu minta turun disitu, gue dikasi tau jalan ke arah jalan gede yang tadi kita lewatin.
gue nyasar. tragis.
haha
santai aja dah, gue nikmatin aja jalanan jakarta malem hari, macet kaya biasa. dan akhirnya gue nemu jalan yg gue kenal yeaahh \m/
dijalan mampir dulu ke masjid buat solat, bersykur buat hari ini hihhihihihi.
Pas mau jalan lagi malah ujan, jlebb!
waduhhhh..ya uda deh gue uda laper, gue paksain pulang ujan2an.
nyampe kosann langsung rebahan. FUAAHHHH!!
Hari ini menyenangkan, semoga usaha kecil ini bisa buat dia sadar kalau gue itu "ADA"
hehe
cuma bisa berharap dan bersabar :)))
Seperti biasanya gue sedang ber-PKL ria di proyek gedung FASILKOM UI Depok. Kontraktornya tuh PP, waktu itu gue lagi ada meeting sama site engineer manager nya *cielah gaya*
disini ada Ari, Septi, Tyo, Riki (Nama Samaran Semua), sebenernya ada 2 lagi cuman mereka lagi keluar buat ngeprint. Pas lagi break istirahat, temen2 gue manas2in buat ngajak jalan cewe demenan gue, hahaha. Iya, gue lagi suka sama seorang cewe, cewe asli loh ya!haha. Sering ketemu tapi baru kenal beberapa bulan yg lalu, doi temen satu kampus hehe. namanya AYU. (samaran loh yaa hehe)
Setelah dipanasin akhirnya gue sms juga tu doi, sebenernya emang pengen ngajak jalan sih, cuman gue ga berani ngajak, maklumlah gue kn pria pemalu hahahaha.
Doi bales katanya dia ga bisa kalau sabtu jalan, soalnya uda ada janji, dia minta hari biasa aj jgn weekend. Ya uda gue ajak jalan hari ini juga pulang PKL hahaha. spontan bgt, gue ga ada rencana buat jalan kemana tau dah haha. Minta usul ketemen2, si Ari ngusulin ketemuan di Blok M Plaza.
Hmm..gue belum pernah kesan cuma pernah lewat doang. Ya uda deh kga napa2 serahkan semuanya pada takdir nyasar2 dah ahahaha.
Si Ayu akhirnya mau buat ketemu di Blok M plaza hari ini juga.Yesss!!gue langsung rol depan kegiranganhahaha.
Karena gue ga tau tempatnya gue minta petunjuk si Ari, ni orang emang jago kalau masalah jalanan kota jakarta, tukang ojek juga lewaaatt!haha
dikasih tau rutenya, patokannya, semuanya gue rekam diotak. Sebenernya gue minta anterin sama si Ari, cuman dia nya mau balik buru2 kerumah, ah...lagian rutenya ga terlalu rumit kok.
Clekk .. abis solat gue langsung siap2, begaya dikit dikaca, sipp kece!!haha
nyalain si blacky, owmwomwoooommmmm...
dijalan gue senyum2 seneng campur panik, soalnya gue ga pernah ke jakarta sendirian naek motor, biasanya kalau keliling juga bawa temen, gue suka buta arah hahaha, jaman2 awal kuliah juga gue pernah nyasar di UI hahaha
yahhh..ini demi DIA, si AYU ihiiiwww.
nyampelah gue di perempatan deket blok M plaza, nyari2 pintu masuk motor, gue bingung sendiri. Gue sok2an masuk, di basement malahh nyasar hahaha.
Panik. Kikuk. gue liat satpam, langsung aja gue tanya. Malu sih, kan jadi keliatan noraknya haha. Maklumlah ya mas, saya dari desa hehehe.
Setelah nyampe sambil nunggu si Ayu datang gue SMS si Septi, ceritain kalau gue tadi "tersesat". hahaha dia malah ketawa. Si Ari juga SMS nanya kalau gue uda nyampe lokasi belum atau labas ke monas haha
pip pip, sms masuk. dari Ayu.
"Dan maap ya gue agak telat nih, macet! lu udah nyampe?"
"iya gapapa, udah nyampe, gue tunggu di depan pintu masuk ya"
Gue nanya Ari pintu masuk utama dimana, biar gue tunggu doi disitu.
lama lama lama ko ga dateng2, masa dia nyasar?otak gue mulai crash, ga mungkinlah dia kan lama di jakarta.
pip pip ada SMS masuk lagi.
"Dan, gue udah nyampe nih lu dimana?"
"Lohh lewatt mana lu?ko gue ga liat ya??"
"Lewat pintu samping, gue uda di 21 nih, lu kesini ya ada di lantai 6"
"OK"
Gue langsung ke lift naek ke lantai 6, clingak clinguk.. 21 nya dimana?kliling2 ah ktemu juga. ini gue emang gampang keder apa karna nerves ya?hahhaa
Liat mukanya ademm bgt, tapi kayanya doi kecapean. pas ngobrol ternya dia emang jalan lumayan jauh pas turunan dari metromini nya.
"Mau nonton apa, Dan?"
"Wahh ga tau gue, apa ya?film action demen ga?itu aja gimana?"
"Ya udah gue ngikut aja"
Beli tiket masih lama maennya, kita ke bawah dulu ke K*C, gue belum makan dari pagi laper. dia nemenin minum doang.
gue mesen chicken fillet sama pepsi, lagi males makan nasi dari kemaren. dia mesen minuman apaa gituh gue lupa.
Nahh disini kocak nih, gue kan norak ya jarang makan di K*C sekalinya makan juga paling paket hemat. Pas waktu di meja, dengan tiisnya gue nyoblos sedotan yang ada di nampan ke gelas pepsi gue,
"Eh..Dan, kayanya tu sedotan buat minuman gue deh"
Nahh lohh.. tuh sebenernya sedotan buat minumannya si Ayu hahah. Kalau pepsi mah kan yang kecil tea yang ngambil sendiri, kalau yang pernah ke K*C pasti ngerti.
Ini ko gue goblok bgt ya, ripuh euy gara2 grogi, ahahaha anjir malu aing euy jadi terlihat euy ndesonya haha
Bener2 ketampanan gue berasa luntur, otak gue yg temporer masa berlakunya uda abis haha.
Ya udah gue mencoba ngobrol2 dengan santai,
bicarain ini itu gue mencoba menyelami dunianya, walaupun gue ga ngerti2 apa tentang dia, ga tau semua tentang dia, tapi gue peduli hehe.
seru aja denger ceritanya, yahh gue emang punya telinga yang bagus buat denger cerita orang2, gue malah bingung kalau disuruh cerita, enakan nulis hehe.
Ah jadi inget waktu ketemu pertama kali, bukan pertama kali ketemu juga sih, kan kita satu kampus.
Yang gue tau waktu study tour, gue liat dia senyum, dan gue SUKA senyumnya, seneng aja liatnya lucu hehe..
___________________________________________
Abis ngobrol2 di K*C kita balik lagi ke bioskop, filmnya uda mulai, sepi. mungkin karena hari Jumat kali ya.
khusuk bgt nontonnya. oia yang kita tonton itu film nya si the rock, judulnya FASTER
___________________________________________
Selese film kita langsung pulang, pengen gue ajak jalan lagi lebih lama, tapi ga enak kayanya dia capek, lagian uda lumayan malem, gue takut dijalan sepi dan ga ada orang yang bisa gue tanya kalau nyasar ahahaha
Gue anterin doi pulang, masuk jalan2 yang gue ga kenal haha, wahh ripuh nih kalau nyasar.
Nyampe sebuah gang, Ayu minta turun disitu, gue dikasi tau jalan ke arah jalan gede yang tadi kita lewatin.
gue nyasar. tragis.
haha
santai aja dah, gue nikmatin aja jalanan jakarta malem hari, macet kaya biasa. dan akhirnya gue nemu jalan yg gue kenal yeaahh \m/
dijalan mampir dulu ke masjid buat solat, bersykur buat hari ini hihhihihihi.
Pas mau jalan lagi malah ujan, jlebb!
waduhhhh..ya uda deh gue uda laper, gue paksain pulang ujan2an.
nyampe kosann langsung rebahan. FUAAHHHH!!
Hari ini menyenangkan, semoga usaha kecil ini bisa buat dia sadar kalau gue itu "ADA"
hehe
cuma bisa berharap dan bersabar :)))
Label:
cerita
Jumat, 22 April 2011
Sejarah "Tanah" part 3
BATU LONCATAN
Setaun berlalu, sewaktu kita latihan di studio biasa, si babeh yg punya studio nawarin kita buta ikut L.A Light Community Start Up. Cuma beli rokok L.A 5 bungkus sama drop CD+formulir pendaftaran. Iseng2 aja kita drop demo. Lucunya tuh pas isi formulir ada isian tentang genre band, kita yg maen kemana aja asal nyantol, akhirnya harus nentuin band kita tuh mau dibawa kemana haha. Akhirnya kita pilih genre "Swing Alternatif" dan dipilihlah 2 lagu "Nona Manis" sama "Sebentar Saja" buat kita drop ke Startup.
Akhirnya pengumumanpun tiba, ternyata kita lolos!hihiiyyy.
Dari beberapa band dari Karawang, Cikampek sampe Purwakarta yg dipilih cuma 20 band.
ini masih tahap "ROOKIE STAGE" alias regional kota setempat. Bangga juga soalnya ini festival gede yg pertama gue ikutin. hehe.
Manggung tanggal 12 Februari kemaren, kita latihan cuma sekali. Itu juga sehari sebelum manggung. Belum ada konsep semuanya dadakan, untungnya kejadian serba dadakan kaya gini udah pernah kita alamin pas SMA haha, jadi gue kaga kaget2 amat.
Lagu2 kita aransemen ulang, biar agak fresh aja.
Besoknya briefing sebelum manggung, siang2 gue uda kesana duluan soalnya lokasi deket ama rumah, yang lain nyusul sekalian bawa alat2.
Kita dapet giliran ke-4.
Sebelum manggung gue nerves abis, ga tau yg laen. Tapi dengan doa dan moto kita "kalau manggung jangan tanggung-tanggung" akhirnya nerves ilang sendiri.
Gilaaa..soundnya enak banget, nampol..beda banget sama pas jaman2 di SMA.
Gue nyanyi pede2 aja, walaupun kebanyakan penonton ga gue kenal dan cuek, mungkin karena musik kita ga ngikutin pasar, atau mungkin karena idealis kali ya.
tapi yg jelas kita punya prinsip, "klu kita ditolak disuatu pasar, kenapa kita ga bikin pasar sendiri aja"
nahh..dari sini kita belajar kalau musik itu universal, tapi musik juga suatu bentuk pengelompokan dalam hidup.
Sebenernya manggung ga lancar2 amat, pas nyanyi lagu "Sebentar Saja" suara gue kecekek hahaha. lucu, ancur banget tapi lumayan buat pembelajaran hehe.
Tapi kita cukup puas selain karena sound nya yg ajib, kita juga lolos ketahap selanjutnya "BIG STAGE"
Big Stage itu gabungan dari 10 band regional karawang, sama 10 band regional bekasi.
Lagi2 kita latihan ngedadak, yg ini lebih ekstrim, malem2 baru ngumpul.
Paginya kita ke studio buat latihan full band, maen 2 jam. Gue yg sebenernya hari sabtu ada kuliah terpaksa bolos sehari.
Rencananya kita bawain lagu "Nona Manis" sama "Bohong" nya K3, lagu lawas bangettt kita aransemen ulang. Oh iya kita manggung pas tanggal 12 Maret.
Gue anggep lolos ke big stage itu kado buat gue, soalnya hari itu bertepatan sama ulang taun gue uyyyeee!
Tibalah saat, walaupun ngedadak kita masih sempet bikin konsep buat manggung.
Kita ber-4 pake setelan kemeja putih celana item rompi putih, hahaha kaya sales sih, tapi okelah. Kita kebagian tampil ke-11.
Rencana bawain 2 lagu batal karena masalah teknis acara, akhirnya kita cuma bawain lagu "Nona Manis" dan dialihin tampilnya jadi malem.
Sebenernya tampil malem tuh asik, ada efek2 gimana gituh ahaha, sayang aja bawain cuma 2 lagu, padahal uda mati2an latihan walaupun seadanya.
Di back stage gue ngbrol sama si abang2 EO, gobloknya doi jg lulusan PNJ tempat gue bernaung didunia perkuliahan, satu jurusan lagi.
Akhirnya doi bernostalgia tentang masa kuliahnya, namanya Bang ... (aduh ko gue lupa ya hahaha) skip deh.



Pas manggung, tibalah bencana jeng jeng.
mic gue mati!! kampret..
gue jadi kurang fokus, walaupun mic nya kadang nyala sih.
Walaupun oke2 aja pas gue liat rekaman ulang yg di video in ama de Dara adek nya Dhia. tapi tetep aja kurang puasss..
Asiknya selese acara tampil guest star, Naif ama SO7!! yeahh!!
1 bulan berlalu pengumanpun datang,
kita ga lolos. T.T
kecewa juga sih, padahal klu lolos bisa jadi hadiah buat ulang taun "Tanah"
Kita rencanain buat kumpul2 sekedar buat evaluasi sama ngerayain hari jadi Tanah yg ke-6 hehehe.
Lagu barupun dibuat, dapet 2.
"Senandung Bahagia" buatan Dhia, sama "Sejenak" bikina Fatur, karena kita udah punya pakem aliran jadi lagunya ga kemana2 lagi hehehe.
Semoga aja masih bisa berkembang lebih baik lagi di hari jadi kita yg ke-6 ini.
^^
keep rock guys!!
Label:
cerita
Langganan:
Postingan (Atom)









