Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

Semoga Tidak Kamu Lagi




Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia.
Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu.
Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar.
Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk, supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan, sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit.
Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu, ini darahku mengalir membawa bayang-bayangmu mengelilingi tubuhku dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. 
Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, itu karena aku mampu terima kamu apa adanya. 
Aku meminta ampun kepada Tuhan, sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu, aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. 
Sebab hidup jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. 
Aku harus menjadi paku, sebab kamu bagai lukisan dan cinta itu palunya. 
Memukul aku, memukul aku dan memukul aku sampai aku benar-benar menancap kuat.

Pada akhirnya, semoga, tidak kamu lagi yang aku lihat sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku sebelum pulas.

(Karya: Zarry Hendrik)

"Semoga Tidak Kamu Lagi" soundcloud by me





 

Jumat, 26 April 2013

Tunggu Aku Ditempat Itu

Kita start ditempat yang sama namun sekarang kamu berlari jauh didepan ku. Entah aku bisa mengejarmu atau tidak. Berlarilah. Kau tak perlu menungguku. Kau sudah berada dijalur yang benar. Kelak aku akan menyusulmu. Setaun, dua taun, bahkan puluhan taunpun aku tak akan menyerah. Jika aku tak mampu mengejarmu.  Kau cukup tunggu aku di garis finish dengan tersenyum.

Kamis, 27 Desember 2012

Hujan






Seperti hujan
Cinta tak butuh alasan untuk jatuh
Meskipun ia jatuh pada hati yang termiliki
Lalu tumbuh tanpa disadari
Tanpa mengerti
Merindukannya seperti tanah merindukan hujan
Meski air bisa saja kau dapat dari telaga
Air hujan selalu terasa berbeda
Dan kelak
Ketika awan membawamu pergi
Biarlah pelangi menutup derasmu . . .